| Edisi No 07 Vol XXXV - 2009 - Fokus |
Efektivitas dan Keamanan Terapi Topikal Butoconazole Nitrat 2% pada Penatalaksanaan Kandidiasis Vulvovaginalis
LAURENTIUS ASWIN PRAMONO
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Pendahuluan
Infeksi jamur kandida pertama kali dilaporkan oleh Francois Valleix pada 1836. Infeksi ini mengenai mulut dan dikenal sebagai thrush. Kandidiasis merupakan penyakit jamur yang bersifat akut maupun subakut yang disebabkan oleh jamur kandida. Pada manusia, spesies Candida albicans ini umumnya menyerang mulut, vagina, kulit, kuku, dan paru-paru. Pada kondisi yang berat, jamur ini dapat menyebabkan septikemia, endokarditis, dan meningitis.
Kandidiasis vulvovaginalis (disingkat KVV) atau yang sering menyebabkan terjadinya vulvovaginitis adalah tipe kandidiasis yang mengenai selaput lendir (mukosa). Penyakit ini terjadi secara luas di Amerika Serikat, dengan jumlah kasus sebesar 13 juta setiap tahun. Pengobatan dengan antijamur imidazol telah membawa pengetahuan terhadap patogenesis dan lama terapi pasien KVV. Spesies albicans bertanggung jawab terhadap 80-92% kasus KVV di seluruh dunia. Spesies ini menjadi target utama yang efektif bagi pengobatan menggunakan regimen imidazol.
Namun demikian, spesies lain bermunculan dan berhasil diketahui para ilmuwan. Spesies kedua terbanyak penyebab KVV adalah Candida glabrata. Spesies ini ternyata lebih sulit dibunuh dengan regimen standar imidazol. Masalah lain yang muncul adalah lamanya terapi menggunakan imidazol, yaitu sekitar 14 hari atau lebih. Compliance pasien cenderung buruk akibat lamanya terapi. Sebanyak 50% pasien yang berobat menghentikan pengobatannya sebelum penyakit sembuh tuntas.











