| Edisi No 11 Vol XXXV - 2009 - Studi Kasus |
Hipoalbuminaemia Tanpa Oedema pada Anak Dengan Nefrotik Sindrom
ANIK WIDIJANTI, DIAH HERMAYANTI, IRWAN SATYAPUTRA
Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. Saifal Anwar/FK Unibraw, Malang
Pendahuluan
Nefrotik sindrom (NS) secara klasik didefinisikan sebagai albuminuria (lebih dari 3,5 g/hari) yang ditandai dengan gejala renal dan ekstra renal seperti hipoalbuminaemia, oedema, hiperhipidemia, dan lipiduria. Hipoalbimunaemia biasanya merupakan akibat dari kehilangan albumin lewat urine. Juga karena katabolisme albumin hasil filtrasi di tubulus/proksimalis maupun redistribusi albumin dalam tubuh. Pada nefrotik sindrom, terjadi penurunan kadar albumin darah sehingga tekanan onkotik plasma menurun dan terjadi penurunan volume intravaskular. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penurunan perfusi ginjal yang menyebabkan terjadinya stimulasi system hormonal seperti aksis renin-angiotensinaldosteron, menimbulkan peningkatan natrium ginjal, dan retensi cairan. Pada kapiler perifer dengan tekanan hidrostatik normal dan tekanan onkotik koloid menurun, terjadi kebocoran transkapiler sehingga terjadi oedema. NS terutama terjadi pada anak (15 kali dewasa).
Insidennya 2 -3 dari 100.000 anak per tahun. Namun, patofisiologi pasti dari oedema masih belum sepenuhnya jelas. Hiperlipidemia disebabkan oleh peningkatan sintesa hepatik lipoprotein yang dipicu oleh penurunan tekanan onkotik koloid akibat kehilangan albumin lewat urine.











