| Edisi No 07 Vol XXXV - 2009 - Fokus |
Tinjauan Farmakologis Nikotin Rokok
I. NASUTION
Guru Besar Farmakologi FK Undip
Pendahuluan
Farmakologi adalah ilmu yang membahas tentang pemakaian obat agar ia aman dan bermanfaat. Farmasi adalah ilmu penyediaan/pembuatan obat sehingga berkualitas medik-farmakologis. Obat adalah zat kimia yang selalu bermuka dua: manfaat (efek terapi) dan mudarat (efek samping yang merugikan). Obat mempunyai nilai komersiil tinggi. Obat adalah fulus.
Nikotin adalah suatu zat kimia utama dalam tembakau/rokok yang mempunyai efek farmakologi sangat unik. Ia memberikan rasa nikmat, asyik, sampai dengan efori yang dapat membuat orang kecanduan. Tetapi, ia juga mendatangkan mudarat dan bencana bagi kesehatan.
Sejak jaman baheula, tembakau telah akrab dengan kehidupan manusia. Pada awalnya, tembakau digunakan sebagai obat untuk bermacam-macam penyakit dan upacara ritual. Tembakau dibakar dalam dupa. “Pendeta” (baca pemuka kepercayaan kuno) merokok. Tembakau dianggap “holy healing herb”. Belakangan diketahui bahwa tembakau/rokok itu dapat merusak kesehatan dan lingkungan sehingga muncul berbagai larangan serta perlawanan. Dengan memasukkan Farmakologi Klinik nikotin sebagai acuan, kita akan sampai pada suatu paradigma baru tentang rokok merokok ini.
Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.











