| Edisi No 01 Vol XXXVIII - 2012 - Kegiatan |
Alfacalcidol, Solusi Pro-hormon Ideal untuk Osteoporosis
Osteoporosis telah menjadi masalah kesehatan yang sangat penting, terutama karena meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia. Saat ini, prevalensi osteoporosis di Indonesia pada wanita usia 50 tahun atau lebih mencapai 34%. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian dalam Kongres Nasional Perhimpunan Osteoporosis Indonesia(Perosi) XVI yang digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, 21-23 Oktober 2011, lalu.
Banyaknya studi yang dilakukan dalam ranah osteoporosis kini mulai menonjolkan peran vitamin D dalam tata laksana penyakit degeneratif tersebut. Itulah sebabnya, vitamin D mendapat tempat tersendiri dalam Kongres ini dan dibahas pada simposium I yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Errol Hutagalung, SpB, SpOT(K), selaku moderator. Pada sesi tersebut, Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, MEpid, FINASIM, membawakan materi berjudul “Effect of Alfacalcidol on Falls and Muscle Strength: A Systematic Review”. “Menurunnya Bone Mass Density (BMD) akibat defisit hormon seks dan somatopause, disertai defisiensi neuromuskular, dan kelemahan otot proksimal merupakan faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko jatuh dan fraktur, “ ungkapnya.
Kemudian, seiring dengan telah ditemukannya reseptor vitamin D (vitamin D receptor, VDR) dalam otot, saat ini tengah dikembangkan penelitian mengenai peran potensial vitamin D pada otot. “Alfacalcidol, sebuah analog hormon vitamin D aktif, saat ini mendapat perhatian khusus dalam dunia riset osteoporosis. Hal ini terutama karena alfacalcidol bermanfaat dalam mencegah kejadian jatuh dan dalam pemeliharaan kekuatan otot dengan profil yang lebih baik dibandingkan vitamin D natif,” papar Siti.







