Banner
Translate
Edisi No 01 Vol XXXVIII - 2012 - Kegiatan

Di Indonesia, sebagian besar kelahiran ditangani oleh Bidan

 

Sosok bidan memiliki peran yang sangat besar di tengah pembangunan kesehatan masyarakat. Pada 2010, jumlah kelahiran anak di Indonesia yang tercatat sekitar 4,5 juta, sebagian besar ditangani oleh bidan. Demikian dikatakan dr. Kartono Mohamad dalam acara Nutritalk, di Jakarta, 8 Desember 2011.

Keberadaan bidan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air membuat mereka memiliki peran khas dan menjadi salah satu sosok kunci untuk membantu peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia, baik melalui upaya preventif maupun kuratif.

“Peran bidan sangat dibutuhkan dalam menangani masalah tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kemati­an bayi (AKB),” kata dr. Kartono. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, terdapat 228 kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup; serta 31 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran. Untuk menurunkan AKI dan AKB dibutuhkan upaya yang lebih keras serta partisipasi yang lebih erat dari berbagai pihak, termasuk bidan yang tinggal dan hidup bersama masyarakat di berbagai pelosok tanah air.

Di balik angka kematian yang tinggi tersebut, didapati bahwa pendarahan merupakan penyebab utama kematia­n ibu. “Pendarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu (28%),” katanya. Sementara, anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian yang utama.

     Masalah ini sebenarnya dapat dicegah dengan program promosi kesehatan dan edukasi gizi yang tepat untuk ibu hamil. Edukasi akan berhasil jika dilakukan secara intensif oleh tenaga kesehatan yang memiliki ikatan sosial dan hubungan yang baik dengan ibu hamil. “Bidan merupakan salah satu profesi yang bisa memainkan peran sebag­ai pendidik,” tambah dr. Kartono.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...

 

 
Banner