| Edisi No 01 Vol XXXVIII - 2012 - Fokus |
Kerusakan Dasar Panggul Akibat Kehamilan dan Persalinan
PRIBAKTI B.
Subbagian Uroginekologi Rekonstruksi Bagian Obstetri
dan Ginekologi FK Universitas Lambung Mangkurat,
RSUD Ulin Banjarmasin.
Pendahuluan
Seiring dengan menurunnya angka kematian perinatal, para ahli obstetri dan ginekologi kini mulai fokus memperbaiki angka kecacatan ibu melahirkan dan bayi. Hubungan antara kehamilan, persalinan, dan dasar panggul, merupakan pertanyaan penting bagi para ahli obstetri dan ginekologi, khususnya bidang uroginekologi rekonstruksi. Seperti diketahui, dasar panggul akan mengalami trauma ekstrim selama persalinan dan ini sering merupakan penyebab terjadinya prolaps uterovaginal dan simptom kandung kemih di masa yang akan datang. Jika hubungan ini dapat dijelaskan maka ada kemungkinan manipulasi persalinan untuk meminimalkan kecacatan ibu jangka panjang akibat kerusakan dasar panggul. Fakta-fakta ini akan dijelaskan dalam makalah ini.
Perubahan Struktur Panggul
Data paling dini mengenai perubahan pada traktus urinarius bagian bawah sebagai akibat dari kehamilan dan persalinan didapat dari pembedahan dua orang wanita pada abad ke-19. Satu orang meninggal pada kehamilan lanjut, sedang yang lain meninggal pada persalinan. Pembedahan sagital ini menunjukkan adanya perubahan posisi dari kandung kemih dan uretra. Malpas dkk. menampilkan penelitian secara radiologis pada kehamilan dan persalinan.1 Ditemukan adanya perubahan leher kandung kemih dan pemanjangan uretra selama persalinan. Dikatakan bahwa perubahan ini dapat menyebabkan kerusakan yang ireversibel pada struktur penunjang panggul dan mekanisme sfingter serta dapat memberikan kontribusi terjadinya prolaps organ panggul dan inkontinensia urin di masa yang akan datang. Meskipun pada penelitian itu menggunakan sistoskopi, tapi telah dikonfirmasi bahwa trauma yang terjadi pada persalinan per vaginam diperkirakan tidak terbukti menimbulkan kerusakan tersebut ireversibel dan juga tidak terbukti bahwa hal tersebut merupakan faktor pencetus terjadinya kerusakan dasar panggul.2







