Banner
Translate
Edisi No 01 Vol XXXVIII - 2012 - Artikel Penelitian

Korelasi Titer  Antibodi Anti-Epstein Barr Virus Dengan Karakteristik Keganasan Nasofaring Pre- dan Pasca-Terapi Sistemik

 

DIANA PARAMITA, DJUMHANA ATMAKUSUMA, ASRUL HARSAL.

 

*Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Persahabatan, Jakarta

**Divisi Hematologi – onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM

***Divisi Hematologi – Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Kanker “Dharmais”, Jakarta.

 

Abstract

Nasopharynx cancer is closely related to virus Epstein Barr (EBV) infection, primarily in endemic areas. To check epithel changes to malignancy one could examine the antibody IgA EBV early antigen (EA) and IgA EBV viral capsid antigen (VCA).  This study explored the antibody titer value when the patien­ts were diagnosed  and the amount of change after received treatment. We explored also the relatio­nship of the titer  and the disease stage. The study design was retrospective from medical record of new patients diagnosed with nasopharynx cancer. From January to December 2008, we got 76 new patients, 53 males (69,7%) and  23 females (30,3%). Ages ranged from 15 to 72 years  with median 47,25 years. Histopathologic feature of the cancer mostly undifferenciated carcinoma nasopharynx  and betwee­n stages III and IV . From 76 patients only  37 had record of antibody titer of IgA EBV. We found the increase of  antibody value of IgA EBV  EA and  IgA EBV VCA with means 113,57 and 221,72 correlated with  cancer.  There were titer values decrease post treatment, but we found no significant correlatio­n between the titer values with the disease stage.

Key words: nasopharynx cancer, titer of antibody of IgA EBV EA,VCA.  

 

Abstrak 

Keganasan nasofaring (KNF) merupakan salah satu keganasan yang paling erat hubungannya denga­n infeksi virus Epstein Barr (EBV), terutama di daerah endemik. Salah satu cara untuk melakukan skrining terhadap kecurigaan perubahan epitel dari nasofaring yang noninvasif adalah denga­n melakukan pemeriksaan antibodi IgA EBV early antigen (EA) dan IgA EBV viral capsid antigen (VCA). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingginya titer antibodi saat diagnosis keganasan naso­faring ditegakkan dan besarnya perubahan titer antibodi IgA EBV  EA dan Ig EBV VCA sesudah mendapat­kan pengobatan sistemik serta hubungan antara peningkatan titer antibodi tersebut dengan sta­dium penyakit. Penelitian dilakukan secara retrospektif dari catatan rekam medis pasien baru de­ngan keganasan nasofaring.  Pada Januari 2008 sampai Desember 2008, didapatkan 76 penderita baru keganasan nasofaring, terdiri dari 53 laki-laki (69,7%) dan wanita 23 (30,3%). Rentang usia bervariasi antara 15 – 72 tahun dengan median umur 47,25 tahun. Gambaran jenis histopatolgi terbanyak undifferenciated carcinoma nasopharynx dan stadium kanker terbanyak adalah stadium III dan IV . Dari 76 pasien, hanya 37 pasien  yang mempunyai data pemeriksaan antibodi IgA EBV. Dari penelitian ini terlihat peninggian titer antibodi IgA EBV  EA dan IgA EBV VCA dengan nilai rerata 113,57 dan 221,72 yang berkorelasi dengan diagnosis KNF.  Didapatkan kecenderungan penurunan titer antibodi IgA EBV EA dan VCA pasca-pemberian terapi sistemik, namun tidak ada hubungan yang bermakna antara tingginya titer antibodi tersebut dengan stadium penyakit.

Kata kunci: kanker nasofaring, titer antibodi IgA EBV EA,VCA.

(Diana Paramita dkk., Medika 2012, Tahun ke XXXVIII, No. 1, p. 16–19)

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...

 

 
Banner