Banner
Translate
Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan

Obat Baru untuk Infeksi Saluran Kemih

Dalam Kongres Nasional Per­himpunan Peneliti Penya­kit Tropik Indonesia (PETRI) XVII dan Perhimpunan Kedokteran/Kese­hatan Wisata Indonesia (PER­KEDWI/PKWI) XIV di Semarang, 8-10 Juli, Dr. dr. Gunawan Subrata, MBA memperkenalkan penatalaksanaan terbaru infeksi saluran kemih . Salah satunya adalah pemberian fosfomycin trometamol dosis tunggal atau single dose (SD) secara oral. 

1108-Keg-PETRI-zambonObat keluaran PT. Zambon Indonesia ini diindikasikan untuk penatalaksanaan infeksi saluran kemih bagian bawah yang tidak berkomplikasi atau Uncom­plicated Lower Urinary Tract Infections (ULUTI), sistisis akut, serta untuk profilaksis infeksi saluran kemih bagian bawah pad­a tindakan-tindakan yang memerlukan diagnosis tran­suretr­a. Infeksi saluran kemih bagian bawah ini sebagian besa­r dialami oleh wanita. Menurut Dr. Gunawan, 50% wanita pasti pernah mengalami disuria, yang merupakan gejala utama UTI. Sebanyak 75-90% wanita yang aktif berhubungan seksual pasti pernah terjangkit UTI dan 20-30% di antaranya akan meng­alami rekurensi.

Gejala UTI, selain disuria adalah nokturia atau frequency (seringnya rasa ingin berkemih); urgency (tidak dapat menahan berkemih); hesistancy (tidak dapat berkemih dengan puas); urin berwarna keruh, berbau, atau berdarah; nyeri diabdomen bagian bawah; serta demam ringan, menggigil, dan malaise. Sebanyak 90% UTI tidak ber­kom­plikasi disebabkan oleh infek­si bakteri Escherichia coli, yang timbul karena teknik membersihkan diri setelah BAB/BAK yang salah; aktivitas seksual, terutama jika bergonta-ganti pasangan; pemakaian spermisida, diafragma, dan kondom; ser­ta menunda mikturisi postcoitus. Golongan yang rentan terhadap UTI adalah bayi, anak-anak semua umur, lansia, pasien rawat inap, serta wanita hamil.

Guideline internasional yang terbaru melarang penggunaan antibiotik empiris jika telah terjadi resistansi pada 20% kasus di suatu daerah, rumah sakit, atau negara. Sedangkan tujuan pemberian antibiotik adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien atau mengurangi gejala, mengurangi morbiditas, serta mencegah rekurensi. Pemberian antibiotik untuk mengobati UTI sebaiknya diberikan SD (single dose) atau palin­g lama 2-5 hari. Oleh ka­ren­a itu, dianjurkan untuk memberikan fosfomycin trometamol. Sebagai profilaksis UTI pada prosedur diagnosis transuretra, dosis pertama fos­fo­m­ycin trometamol diberikan 3 jam se­belum prosedur dan dosis kedua 24 jam setelah dosis pertama. Untuk pengobatan sistisis atau uretritis rekurens, berikan fosfo­mycin satu dosis setiap 10 hari se­kali selama maksimum 3 bulan.

Kelebihan dari obat ini adalah pemberiannya yang dosis tunggal dan mudah (hanya dimi­num), sehingga tidak me­repotk­an pasien. Obat ini harus dilarutkan ke dalam 50-75 ml air putih atau minuman non-alkoholik lainnya, serta diminum sebelu­m tidur denga­n perut kosong. Selain itu, kadar dalam urinnya tinggi, yang melebihi MIC90 dan kadar ini tetap terjaga selama 3-4 hari setela­h pemberian dengan kadar yang tetap tinggi (>MIC90).

Obat ini juga memiliki spek­tru­m yang luas, dapat membu­nuh berbagai macam bakteri, seperti Pseudomonas sp., Kleb­siella sp., P.mirabilis, P. vulgaris, S. faecalis, E. coli, dan S. aureus. Karena kadarnya dalam urin yang tinggi dan bertahan lama maka fosfomycin dapat membunuh >97% E. coli. Fosfomycin me­rusak fimbriae bakteri sehing­­ga mengganggu proses adhesi sel bakteri dan mencegah pembentukan bio­film, memperlambat kecepatan pertumbuhan bakteri, dan membuatnya rentan terha­dap sel darah putih poli­mor­fo­nu­klear. Fosfomycin juga me­ru­pa­­kan obat yang relatif aman un­tu­k ibu hamil. Ia termasuk obat kategori B untuk kehamilan pad­a standar FDA USA 1996.

Seperti obat lainnya, fosfo­mycin pasti memiliki efek sam­ping, tetapi umumnya ringan, seperti diare. Fosfomycin tidak boleh diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dengan nilai creatinin clearance < 80 ml/min, pasien dengan gagal ginjal, serta hipersensitivitas terhadap fosfomycin. Jika terjadi overdosis, berikan cairan atau minta pasien untuk minum air putih lebih banyak. Di Indonesia, fosfomycin dijual dengan nama dagang Monuril® dengan kandungan fosfomycin trometamol sebanyak 5,631 gr yang setara dengan 3 gr fosfomycin. ♦ (DIPN)


 
Banner