| Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan |
Cermati Perawatan Luka Anda
Perawatan luka merupakan hal yang rutin ditemui dalam praktik klinis sehari-hari. Meskipun penting, seringkali perawatan luka menjadi hal yang disepelekan. Tak hanya masyarakat awam, medis dan paramedis pun kadangkala masih kurang cermat dalam merawat luka. Sebenarnya, perawatan luka memiliki peranan yang sangat besar dalam proses pemulihan pasien. Luka yang tak terawat dapat terkontaminasi mikroba, mengalami infeksi lokal, kemudian meluas menjadi infeksi sistemik bahkan sepsis yang berakibat fatal bagi pasien. Oleh sebab itu, perawatan luka yang tepat perlu disosialisasikan kepada pasien, dokter, perawat, bahkan keluarga pasien untuk penerapan yang lebih efektif.
Walaupun terlihat sederhana, sesungguhnya banyak hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan luka, misalnya metode yang digunakan. Metode perawatan luka terus berkembang belakangan ini. Banyak metode yang diusulkan, salah satunya adalah perawatan luka dengan prinsip moisture balance. Prinsip tersebut diyakini lebih efektif untuk membantu proses penyembuhan luka dibandingkan metode konvensional. Diharapkan dengan menjaga kelembaban luka, proses penyembuhan akan berlangsung lebih cepat sehingga keadaan pasien dapat segera pulih. Pemulihan pasien yang lebih cepat tentunya akan meningkatkan kualitas hidup pasien, serta menghemat waktu dan biaya perawatan.
Untuk penerapan metode moisture balance tersebut, diperlukan alat balut yang lebih modern, misalnya kasa steril hidrofobik (Cutimed Sorbact), yaitu sebuah kasa antimikroba hidrofobik yang bebas dari zat kimia aktif, seperti antiseptik dan antibiotik. Dengan prinsip fisika pada lingkungan luka yang lembab, kasa ini dapat mengikat 105 bakteri pada setiap 1 cm2 dalam waktu 30 detik lewat interaksi hidrofobik. Saat terikat pada permukaan kasa ini, bakteri menjadi inaktif. Tingkat replikasi dan pembentukan toksin bakteri yang mengontaminasi luka pun menurun. Selama terikat ireversibel, bakteri tidak dihancurkan sehingga endotoksinnya yang menghambat proses penyembuhan luka tidak ikut dilepaskan. Selain itu, bakteri akan ikut terangkat setiap kali dressing luka diganti dengan yang baru. Meskipun mengikat bakteri, kasa ini tidak menempel pada luka (non-adherence) sehingga saat dilakukan penggantian dengan kasa baru, rasa nyeri dapat diminimalisasi.
Kerja antimikroba produk iniĀ bersifat spesifik terhadap bakteri patogenik-hidrofobik dengan memanfaatkan prinsip “semakin hidrofobik, bakteri akan semakin patogenik”. Efektivitasnya akan bertambah saat menghadapi bakteri yang lebih patogen, termasuk bakteri yang telah resistan terhadap antibiotik dan banyak menjadi penyebab infeksi nosokomial, seperti methicillin resistans Staphylococcus aureus (MRSA) dan vancomicyn resistans Enterococcus (VRE). Tak hanya bakteri, efektivitasnya pun telah terbukti dalam menghadapi Candida albicans.Efek antimikroba tersebut segera terlihat pada hari-hari awal pemakaian. Bau dan tingkat eksudasi akan jauh berkurang. Kondisi area tepi luka dan luka terus membaik. Nyeri pun dirasakan makin berkurang seiring penurunan jumlah bakteri dan inflamasi. Dengan semua efek tersebut, terbentuklah kondisi luka yang optimal untuk terjadinya percepatan penyembuhan secara alami. Melihat manfaatnya itu, produk ini dapat diaplikasikan untuk berbagai macam luka akut maupun kronik yang kering atau bereksudat, seperti luka tekan, gangren diabetikum, abses luka, luka traumatik, dan infeksi sekunder pascaoperasi.
Dengan sifatnya yang bebas dari antibiotik, banyak manfaat yang dirasakan dari produk kasa steril hidrofobik ini, misalnya penurunan risiko alergi dan reaksi pada kulit. Produk ini pun secara tidak langsung menjadi kontributor bagi pencegahan resistansi terhadap antibiotik. Pencegahan resistansi tersebut merupakan tujuan program Antibiotic Resistance Mitigation yang dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO) sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah resistansi yang terus meningkat. Mendukung program tersebut, tak salah jika kasa steril hidrofobik Cutimed Sorbact sebagai bentuk perawatan luka tanpa antibiotik ini dapat diterapkan lebih luas dalam praktik klinis.
Mengenai penggunaan produk ini di rumah sakit, telah banyak penelitian yang dilakukan. Sejauh ini, hasil yang dicapai cukup memuaskan bagi para peneliti, dokter, dan pasien. Tingkat keberhasilan terapi dengan produk kasa steril hidrofobik ini dalam penyembuhan luka selama ini pun terbilang cukup tinggi. Produk ini dapat menjadi sececah harapan bagi perawatan penyembuhan luka yang lebih baik di masa depan. ♦ (Risca)







