| Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan |
Kepedulian terhadap Kesehatan Tulang dan Sendi
Meskipun dekade tulang dan sendi sudah berakhir tahun lalu, semangat perubahan gaya hidup yang dicetuskan demi kesehatan tulang dan sendi tetap terjaga sampai sekarang. Apalagi penyakit-penyakit di bidang muskuloskeletal dan sendi semakin meningkat seiring pertambahan usia dan faktor risiko lain seperti berat badan dan tekanan atau stres yang diberikan kepada sendi-sendi penyangga tubuh kita. Para ahli reumatologi Indonesia yang tergabung di dalam Indonesian Rheumatology Association (IRA) juga tak tinggal diam. Tahun ini, IRA Cabang Jakarta bekerja sama dengan Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM kembali menyelenggarakan acara besar Temu Ilmiah Reumatologi yang berlangsung pada 7-8 Mei 2011, di Hotel Borobudur, Jakarta.
Prevalensi osteoporosis yang meningkat semakin mengkhawatirkan karena peningkatan risiko kecacatan dan bahkan kematian pada pasien usia lanjut. Berdasarkan definisinya, osteoporosis adalah penurunan massa jenis tulang (keropos tulang) sehingga mengakibatkan peningkatan risiko fraktur patologis pada pasien. Selain berolah raga teratur, meningkatkan kekuatan tulang dengan konsumsi Vitamin D dan kalsium juga sangat dianjurkan. Olah raga yang disarankan adalah yang memberikan tekanan sedang pada tulang, namun berkesinambungan. Beban yang diberikan kepada tulang direspons dengan peningkatan densitas tulang.
Beberapa obat yang digunakan dalam tata laksana osteoporosis adalah calcitonin, bisfosfonat, dan vitamin D. Bisfosfonat merupakan obat anti-osteoporosis yang bekerja dengan cara (1) menghambat pengambilan osteoklas ke permukaan tulang, (2) menghambat aktivitas osteoklas di permukaan tulang, (3) memperpendek umur osteoklas, serta (4) mengikat hidroksiapatit dan mencegah kelarutannya di dalam darah. Ditinjau dari aspek molekulernya, kita mengenal istilah jalur mevalonat yang menjelaskan bagaimana bisfosfonat bekerja, yaitu pada perubahan mevalonat menjadi farnesyl-PP (proses prenilisasi). Farnesyl-PP akan diubah menjadi squalene lalu kolesterol. Peristiwa-peristiwa molekuler ini akan berdampak pada penurunan densitas tulang. Bisfosfonat menghambat proses ini sehingga tidak terbentuk farnesyl-PP. Dengan demikian, massa jenis tulang tetap terjaga.
Selain tulang, jangan pernah melupakan peran sendi yang merupakan organ tubuh yang penting mengatur fungsi pergerakan. Seiring pertambahan usia, fungsi repair dan produksi glukosamin sendi berkurang sehingga mudah muncul gesekan yang terasa sakit dan kaku. Penyakitnya dikenal dengan nama osteoartritis. Untuk nutrisi bagi sendi, glukosamin dan kondroitin dapat digunakan setiap hari secara aman.Begitu banyak produk yang dijual untuk obat maupun suplemen kesehatan tulang dan sendi, namun hanya sedikit yang memberikan hasil memuaskan. Untuk itulah maka salah satu perusahaan farmasi terbesar milik bangsa ini, PT Dexa Medica, turut berpartisipasi dalam Temu Ilmiah Reumatologi sebagai pemasang stand promosi. Obat yang diusungnya ada dua, yaitu Retonel® (Risendronat sodium 5 mg) dan Flexor DS® (Glukosamin dan Kondroitin). Retonel® digunakan dengan dosis satu tablet 5 mg sehari. Obat ini efektif menurunkan risiko fraktur tulang, tolerabilitas sangat baik untuk saluran cerna, serta lebih cepat dalam menurunkan risiko fraktur vertebra. Sementara, Flexor DS® mengandung glukosamin 500 mg dan kondroitin sulfat dengan dosis 400 mg dalam satu tablet.
Sejatinya, menjaga kesehatan tulang dan sendi tidak sulit asalkan memiliki motivasi untuk perubahan gaya hidup. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Namun, apabila sudah jatuh pada kondisi osteoporosis, harus dilakukan pencegahan sekunder, yaitu mencegah agar jangan sampai terjadi fraktur osteoporotik. Kemampuan ini dimiliki oleh agen bisfosfonat risedronat. Untuk osteoartritis, pemberian suplementasi glukosamin dan kondroitin baik diberikan setiap hari. Dexa Medica telah berkomitmen untuk peduli pada permasalahan kesehatan tulang dan sendi yang dialami oleh sebagian besar penduduk Indonesia. ♦ (a)







