| Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan |
Tulle Dressing, Efektif Diaplikasikan pada Luka Pasca-Khitan
Memperingati hari jadi yang ke-3, Gedung A RSCM mengadakan kegiatan khitanan massal pada 20 Juni 2011. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun Gedung A tersebut. Selain khitanan, panitia penyelenggara juga mengadakan seminar ilmiah, pelatihan luka dan stoma, pencerahan rohani oleh ESQ, family gathering, dan sebagainya. Tujuan khitanan ini adalah untuk membantu keluarga kurang mampu yang tidak memiliki biaya untuk melakukan khitanan anaknya. Selain itu, khitanan massal juga diadakan untuk menjalin silaturahmi antara sesama pegawai Gedung A dan antara pegawai dengan penduduk sekitar.
Seperti dikatakan panitia khitanan massal, Ns. Sulastri, “Khitanan massal ini merupakan bagian dari acara ulang tahun Gedung A yang ke-3.” Khitanan massal ini diikuti kurang lebih 30-an peserta yang berasal dari Jabodetabek. Mereka di antaranya merupakan anak pegawai Gedung A RSCM, tetangga pegawai yang tergolong duafa dan anak-anak penduduk sekitar RSCM yang kurang mampu. “Di Gedung A ini punya budaya menolong sesama. Budaya ini kita wujudkan dengan mengadakan khitanan massal,” ungkap nurse yang ramah ini.
Tindakan khitan sendiri, seperti penuturan Ns. Sulastri, dilakukan oleh dokter yang juga residen spesialis urologi dan perawat bedah yang memiliki pengalaman melakukan sirkumsisi. Selain itu, tindakan juga dibantu oleh panitia penyelenggara untuk mempersiapkan segala macam alat dan bahan untuk melakukan tindakan sirkumsisi.
Panitia penyelenggara yang diwakili Ns. Sulastri bersyukur karena acara ini dapat terselenggara berkat kerja sama dengan perusahaan farmasi dan uluran tangan para donatur. “Saya selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih atas kerja sama PT BSN medical Indonesia dan para donatur dalam menyelenggarakan acara khitanan massal ini. Semoga dapat bermanfaat buat kita semua.”PT BSN medical Indonesia turut berpartisipasi dalam acara khitanan massal yang diadakan oleh panitia dari Gedung A RSCM dengan menyumbangkan produk Cuticell®. Cuticell® adalah tulle dressing tanpa antibiotik dan antiseptik dari tenunan bahan asetat halus (1mm x 1mm). Dressing ini mampu mengakselerasi proses epitelisasi jaringan, pertumbuhan lapisan epidermis kulit, dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
Sebagai lapisan primer yang langsung bersentuhan dengan luka, dressing ini efektif menjaga lingkungan kelembaban luka melalui kandungan Petroleum, Lanolin, dan Cetearyl Alcohol (Eucerium anhydricum). Selain itu, kandungan tersebut juga bersifat menenangkan dan meminimalkan rasa sakit saat penggantian dressing.
Sehubungan dengan khitan, dressing ini sangat efektif diaplikasikan pada luka pasca-khitan. Dressing ini dapat menjaga luka tetap lembab sehingga tidak terjadi iritasi akibat gesekan antara dressing dengan luka khitan. Kelembaban yang ditimbulkan juga dapat meminimalkan rasa sakit saat penggantian dressing karena tidak ada bagian yang melekat dengan luka khitan.
Dalam perawatan luka pasca-khitan, yang paling penting diperhatikan adalah kebersihan daerah sekitar luka. Penting dilakukan pembersihan ujung penis setelah buang air kecil agar kotoran tidak mencemari luka. Selain itu, bercak darah di sekitar luka khitan juga harus dibersihkan dengan seksama agar tidak menumpuk. Jika lebih dari tiga hari, luka khitan dapat dibersihkan dengan menggunakan air hangat dan kassa steril. Perlu diperhatikan dalam perawatan luka khitan bahwa tidak dibenarkan menggunakan berbagai macam salep karena akan mengotori luka khitan itu sendiri.
Untuk menjaga kebersihan luka khitan, harus dilakukan penggantian dressing 2-3 hari sekali tergantung perkembangan luka khitan. Penggantian dressing dapat dilakukan sendiri di rumah atau dengan bantuan dokter di rumah sakit. Penggantian ini penting dilakukan untuk mempercepat epitelisasi jaringan dan mempercepat penyembuhan luka. ♦ (hidayati)






