| Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penyegar |
Mekanisme Gangguan Sendi dan Pengelolaannya
ZAINAL ARIFIN ADNAN
Fakultas Kedokteran UNS
Akademi Dokter Bedah Amerika dan Institut Kesehatan Nasional(Nevitt 1966) telah mengusulkan definisi osteoartritis, yaitu kelainan tulang rawan sendi dengan adanya perubahan morfologi, biokimia, molekuler, dan biomekanik sel.
Prinsip terjadinya osteoartritis: Pertama, defek sebelumnya pada rawan sendi menyebabkan gagalnya fungsi biomaterial sehingga terjadi defek dan pembentukan kolagen tipe ll yang menyebabkan cacat permanen pada rawan sendi. Kedua, rawan sendi yang normal tetapi gagal dalam merespons tekanan biomekanik pada sendi.
Osteoartritis (OA) merupakan radang sendi menahun. OA masih dianggap sebagai penyakit degeneratif dan 70% penderitanya ádalah usia 65 tahun ke atas (Knott 2000, Hinton 2002). Dari 5 juta pendududuk di Inggris, 80% dari penderita OA ádalah usia di atas 70 tahun (Knott, 2000). Demikian juga dari 40 juta penduduk Amerika diperkirakan 70-90% penderita OA ádalah usia 75 tahun (Hinton, Thomas 2002). Sedangkan di Indonesia, prevalensi OA sampai saat ini belum ada laporan yang jelas. Namun, dilaporkan di Malang prevalensi OA usia di bawah 70 tahun cukup tinggi, yaitu sekitar 21,7% menyerang pada usia 49-60 tahun yang terdiri dari 6,2% pria dan 15,5% wanita. Di RS DR. Moewardi, hampir 70% penderita OA datang dengan keluhan nyeri rara-rata usia di atas 40 tahun.







