Banner
Translate
Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Saripati

Hubungan antara Penggunaan Floroquinolon pada PasienRawat Jalan dan Clostridium difficile-Associated Diarrhea

 

The Annals of Pharmacotherapy. 2010;44(5):826-831.; Novell MJ, Morreale CA

 

Bukti yang terbatas menyatakan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan floroquinolon dengan diare karena Clostri­dium difficile (Clostridium difficile-associated diarrhea, CDAD), namun hubungan tersebut masih belum jelas karena data yang bertentangan. Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara penggunaan floroquinolon pada pasien rawat jalan dan CDAD; tujuan sekunder meliputi hubungan antara CDAD dan pemilihan floroquinolon, lama terapi, dan alur pemberian, sebagai­mana hubungan antara floroquinolon dan komplikasi CDAD. Peneliti melakukan studi kasus-kontrol retrospektif pada pasien rawat jalan dewasa dengan CDAD selama periode Juli 2007-Juli 2008. Sebanyak 174 kasus pasien dipasangkan 1:1 basis dengan kontrol. Dilakukan penilaian lengkap terhadap antibiotik yang digunakan oleh pasien rawat jalan, termasuk pemberian regimen pada institusi peneliti sampai 8 minggu ke belakang. Rasio Odds dihitung menggunakan analisis logistik-regresi univariat. Penggunaan floroquinolon tidak berbeda bermakna antara pasein dengan CDAD dan kontrol (OR 1,36; 95% CI 0,09—2,10; p = 0,16). Tidak ada hubungan yang ditemukan antara CDAD dengan golongan floroquinolon seperti ciprofloxacin (OR 1,36; 95% CI 0,87—2,12; p = 0,18), levofloxacin (OR 1.17; 95% CI 0.62 to 2.22; p = 0.63), dan moxifloxacin (OR 1,34; 95% CI 0,81—2,20; p = 0,25). Alur pemberian floroquinolon tidak berbeda bermakna antara kelompok pasien yang menerima terapi intravena (OR 1,20; 95% CI 0,74—1,94; p = 0,46) atau oral (OR 0,79; 95% CI 0,44—1,44; p = 0,45). Komplikasi CDAD meningkat secara tidak bermakna dengan penggunaan floroquinolon (OR 1,37; 95% CI 0,72—2,61; p = 0,35). Peneliti menyimpulkan bahwa pemberian floroquinolon pada pasein rawat jalan tidak berhubungan dengan CDAD di institusi peneliti. Penggunaan floroquinolon pada pasien yang mengalami CDAD tidak berhubungan dengan insiden komplikasi yang terkait dengan CDAD.


 
Banner