Banner
Translate
Edisi No 08 Vol XXXVII - 2011 - Saripati

Diet atau Diet Plus Aktivitas Fisik Versus Perawatan Standar pada Pasien Diabetes Tipe 2 yang Baru Terdiagnosis: Uji Coba Terkontrol Teracak Early ACTID


The Lancet, Early Online Publication, 25 Juni 2011; Andrews RC, Cooper AR, Montgomery AA, dkk.

Perubahan gaya hidup setelah diagnosis dapat meningkatkan outcomes pada pasien diabetes melitus tipe 2, namun belum pernah dilakukan uji coba besar skala besar. Peneliti menyelidiki efek diet dan aktivitas fisik pada tekanan darah dan konsentrasi glukosa.

Peneliti melakukan uji coba terkontrol teracak di Inggris barat daya pada orang dewasa berusia 30—80 tahun yang diabetes tipe 2-nya telah didiagnosis 5—8 bulan sebe­lu­mnya. Pada peserta diberlakukan pe­ra­­wa­tan standar (konsultasi diet permulaan dan tindak lanjut setiap 6 bulan; kelompok kontrol), intervensi diet intensif (konsultasi diet setiap 3 bulan dengan dukungan suster setiap bulan), atau kategori terakhir plus pro­gram aktivitas berbasis pedometer denga­n rasio 2:5:5. Tujuan primer penelitian ini adalah perbaikan kadar hemoglobin terglik­asi A1c(HbA1c) dan tekanan darah setelah 6 bulan. Analisis dilakukan dengan intention to treat. Dari 593 individu yang memenuhi syarat, 99 mendapat perawatan standar, 248 mendapat regimen diet, dan 246 mendapat diet plus aktivitas fisik. Data outcomes tersedia untuk 587 (99%) dan 579 (98%) peserta pada 6 dan 12 bulan, secara respektif. Pada 6 bulan, kontrol glike­mik memburuk pada kelompok kontrol (mean persentase HbA1c baseline 6,72; SD 1,02; dan pada 6 bulan 6,86; 1,02), namun membaik pada kelompok diet (perbedaan persentase HbA1c disesuaikan baseline -0,28%, 95% CI -0,46 sampai -0,10; p=0,005) dan kelompok diet plus aktivitas (-0,33%, -0,51 sampai -0,14; p<0,001). Perbedaan ini menetap sampai 12 bulan, meskipun lebih se­dikit menggunakan obat diabetes. Per­baikan juga terlihat pada berat badan dan resistansi insulin antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Tekanan darah sama pada seluruh kelompok. Peneliti menyimpul­kan intervensi diet intensif yang dilakukan segera setelah diagnosis dapat memperbaiki kontrol glikemik. Penambahan intervensi aktivi­tas fisik tidak memberikan manfaat tambahan.
 
Banner