PRIVILEGE CARD™ Medika

1.Member PCM dibuat sebagai bentuk apresiasi pengabdian untuk tenaga medis di seluruh Indonesia. 2. Sebagai bentuk mobilitas tinggi yang diberikan oleh PT Medika Media Mandiri untuk semua tenaga medis di seluruh Indonesia. 3. Memfasilitasi pendukung dalam pemenuhan kebutuhan resertifikasi tenaga medis di seluruh Indonesia.

Edisi April 2016

Segera berlangganan dan dapatkan keuntungan menarik lainnya!
camera slider joomla

Pilihan antibiotik dari golongan sefalosporin saat ini cukup banyak, demikian juga halnya dengan golongan fluorok­uinolon. “Fluorokuinolon yang sering dipakai di praktik seha­ri-hari untuk mengatasi pneumonia adalah levofloksasin,” ucap Dr. Zulkifli Amin, Ph.D., FCCP, salah satu narasumber dalam talkshow Zigat Shaga di Hotel J. W. Mariott, 27 April 2013 lalu. Dalam acara tersebut, selain dr. Zulkifli Amin, dr. Lie Khie Chen, SpPD, KPTI jug­a menjadi narasumber.

 

Saat ini, dunia kedokteran dan pasar farmasi diramaikan dengan adanya fluorokuinolon lain yang terbukti efektif dalam mengatasi kasus pneumonia komu­nitas, bronkitis kronis eksase­rbasi akut, dan sinusitis akut. Moksifloksasin merupakan golongan fluorokuinolon yang memiliki angka resistansi yang masih rendah sebab relatif baru dan belum banyak digunakan. dr. Zulkifli menjelaskan peng­alaman­nya sehari-hari dalam mengobati pneumonia dengan moksifloksasin. “Moksifloksasin efektif dalam kasus-kasus community-acquired pnemonia (CAP),” ucap dr. Zulkifli. Dengan sediaan oral 400 mg satu kali sehari, lama pemberian untuk pneumonia komunitas adalah 10 hari, bronkitis kronis eksa­serba­si akut adalah 5-10 hari, sementara untuk sinusitis akut adalah 7 hari.

Moksifloksasin juga merupakan pilihan bagi terapi TB MDR atau TB yang tidak dapat memperoleh terapi OAT lini perta­ma (rifampisin, INH, pirazinam­id, dan etambutol). “Moksifloksasin efektif sebagai anti-TB dan dapat digunakan sebag­ai anti-TB lini kedua,” ucap pakar pulmonologi yang merupak­an salah satu tokoh dalam Perhimpunan Respirologi Indonesia (PERPARI) itu. dr. Zulkifli yang kerap memimpin ronde khusus penyakit paru dan rongga toraks setiap minggunya di RSCM beberapa kali menyata­kan pemberian moksifloksasin bagi pasien TB yang tidak dapat memperoleh anti-TB lini pertama. “Hasilnya sangat baik,” tegas dr. Zulkifli Amin lagi.

Menyambung pemaparan dr. Zulkifli Amin, dr. Lie Khie Chen, pakar penyakit tropik infeksi yang banyak menggeluti dunia antibiotik dan merupakan salah satu tim PPRA (pencegahan resistansi antibiotik) RSCM berpendapat bahwa moksifloksasin dapat dijadikan pilihan yang baik pada kasus-kasus resist­ansi. “Indikasi lain penggunaan moksifloksasin adalah efektif terhadap kuman anaerob sehingga dapat dipakai pada infek­si intra abdominal,” papar dr. Lie Khie Chen. “Inilah yang membedakan dengan fluoro­kuinolon yang lain. Baik levoflok­sasin maupun ciprofloksasin tidak memiliki aktivitas bakteri anaerob,” tambahnya.

Moksifloksasin diekskresikan di hati, bukan di ginjal sehingga pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, antibiotik ini tidak perlu mengalami penyesuaian dosis. “Usia lanjut juga aman dan tidak perlu penyesuaian dosi­s pada penggunaan obat ini,” tambah pengurus Perhim­punan Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI) ini. Moksifloksasin juga dapat dipak­ai pada terapi switch dari antibiotik intravena ke oral.

Usai talkshow Zigat Shaga, acara dilanjutkan dengan ber­bag­ai hiburan selama launching, seperti persembahan lagu dari beberapa penyanyi muda potensial di Indonesia, makan malam bersama, dan Zigat Idol, ajang lomba menyanyi bagi para dokte­r peserta acara malam tersebut. Kehadiran Zigatâ, moksifloksasin oral telah membaw­a harapan baru dalam terapi antibio­tik oral di Indonesia. (a)

 

Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish