steroids
Banner
Translate
Edisi No 05 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan

Clopidogrel Tetap Unggulan Antiplatelet

 

Prevalensi penyakit-penyakit degeneratif semakin banyak, termasuk penyakit jantung koroner. Gaya hidup sedentary dan pola diet tinggi kalori dan lemak akan meningkatkan risiko kardiometabolik, antara lain kadar glukosa darah yang tinggi, resistansi insulin, dislipidemia, me­ro­kok, dan hipertensi. Semuanya merupakan faktor risiko dominan bagi penyakit jantung koron­er. Penyakit ini memiliki kesinambungan (continuum) yang sangat lebar dimulai dari resistansi insulin dan hipertensi, penyumbatan pembuluh darah koroner, gagal jantung, hingga kematian. Pada semua tingkat continuum terhadap aspek pencegahan yang paling sesuai untuk masing-masing keadaan.

1105-Keg-clopidrogel-pharosKebutuhan terhadap pendidikan kedokteran berke­sinambu­ngan bagi para dokter Indonesia terhadap perma­salaha­n jantung mengilhami dimulainya ASMIHA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association) sejak 1992. Acara tahunan yang menjadi puncak acara Perkumpulan Kardiologi Indonesia (PERKI) ini selalu mengundang banyak pembicara dan peserta dari seluru­h pelosok Indonesia untuk bersama-sama berdiskusi me­nge­n­ai beragam masalah penya­kit jantung, mulai dari neonatus sampai lanjut usia.

Selain pembicara dan materi simposium, salah satu pendu­kung acara ini adalah perusahaan farmasi yang tidak saja menyampaikan promosinya se­ca­ra ilmiah, namun juga sebagai mitra strategis para kardiolog dan organi­sasi profesi untuk seca­ra langsung memberikan materi, baik lama maupun baru, kepada para dokter peserta seminar. Materi lama bila tidak disampai­kan dan dipromosikan ulang se­car­a rutin akan hilang dari pasaran farmasi. Kalau sudah begi­ni, yang rugi bukan hanya perusahaan farmasinya, melain­kan juga para dokter dan pasien yang men­dapat­kan man­fa­at yang sangat bes­ar terhadap obat tersebut.

Salah satu obat yang dipakai dalam cardiac continuum sebagai antiplatelet adalah clopidogrel. Banyak orang mengenal produk yang satu dengan ber­bagai merek dagang. Hal tersebut disebabkan penggunaannya yang sangat banyak di dalam praktik klinis sehari-hari. Salah satu nama dagang clopidogrel ada­lah Artepid produksi PT Pharos. Perusahaan farmasi ini juga turu­t berpartisipasi dalam 20th ASMIHA yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, pada tanggal 25-27 Maret 2011 lalu. Bersama dengan berbagai produk lain seperti penurun ko­lest­erol, hipertensi, dan dia­betes, clopidogrel sebagai antipla­telet juga kembali dipromosikan dalam acara ini.

Penggunaan clopidogrel da­lam klinis adalah untuk mencegah agregasi trombosit yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah arteri pada otak (serebrovaskuler) dan jantung (kardiovaskuler). Clopidogrel merupakan prodrug yang bila masuk ke dalam darah akan bekerja dengan berikatan pada reseptor ADP di membrane trom­bosit. Mekanisme kerja obat ini dapat disederhanakan sebagai berikut: menghambat protein P2Y12, salah satu subtyp­e dari reseptor ADP membra­ne trombosit. Subtipe tersebut sang­at penting untuk agregasi trombosit dan ikatan silang denga­n fibrin (mekanisme penggum­palan darah). Blokade reseptor ini akan menghambat agregasi trombosit dengan cara menghambat aktivasi jalur glikopro­tein IIB/IIIA.

Penggunaan clopidogrel diindikasikan bagi pencegahan iskemia vaskuler pada pasien aterosklerosis, STEMI (ST elevation myocardial infarction), dan NSTEMI (non- ST elevation myoca­rdial infarction). Dengan aspirin, clopidogrel merupakan obat yang kerap diresepkan untu­k pencegahan serangan jantung ulang pasca-stenting. Pada sebagian besar pasien, clopidogrel ditoleransi dengan lebih baik daripada aspirin. Dengan demikian, pada pasien-pasien yang intoleransi aspirin, dapat diberikan alternatif clopidogrel dengan manfaat yang sama. Umumnya, clopidogrel tidak memberikan keluhan efek samping yang berarti. Beberapa efek samping yang sebenarnya jarang adalah netropenia, TTP (thrombotic thrombocytopenic purpura), dan perdarahan ringan.

Artepid merupakan satu dari beberapa merek dagang clopidogrel yang sangat terkenal. Dosisnya adalah 75 mg setiap hari dan dapat ditingkatkan menjadi 300 mg untuk angina tidak stabil. Setelah serangan lewat, dosis dapat dikembalikan ke 75 mg sehari. Indikasinya jela­s, yaitu pencegahan dan peng­obat­an pada pasien infark miokard STEMI maupun NSTEMI, angina pektoris tidak stabil, stroke iskemia, dan penyakit ar­te­­ri perifer. Satu tablet me­ngan­dung dosis 75 mg dan dijual dalam boks. Informasi produk dalam simposium tersebut telah mengingatkan kembali para dokter terhadap peran clopidogrel selama ini dalam pencegahan sekunder dan tersier penyakit penyumbatan arteri. (a)

 

 
Banner
Banner
http://truberx.com/?search=xnxx&x=0&y=0 red tube porn order dapoxetine
hamster porn price jelly HQ PORN X mature porn movies XXX daredorm