Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan

Peringatan World Pneumonia Day

 

Sampai saat ini, pneumonia masih merupakan masalah yang besar di Indonesia mengingat angka kesakit­an dan angka kematian akibat penyakit ini masih sangat mengkhawatirkan. Menurut laporan UNICEF, WHO, 2006, Indonesia merupakan negara dengan kejadian pneumonia keenam terbesar di dunia. 

Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada 1992, 1995, dan 2001 didapatkan data bahwa pneumonia merupakan urutan terbesar penyebab kematian pada balita. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 juga mencatat pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita terbanyak.

1012-keg-WPD

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya percepatan penanggulangan penyakit ini. Salah satu upaya dilakukan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah pneumonia melalui peringatan World Pneumonia Day (WPD). Kegiatan ini  dicanangkan oleh hampir 100 organisasi kesehatan internasional dan diadakan pertama kali pada 2 November 2009. Tahun ini, WPD diperingati pada 12 November 2010. Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam acara World Pneumonia Day, di Jakarta, 9 November 2010.

Tujuan utama WPD, sesuai dengan temanya “Fight pneumonia, save a child”,  adalah untuk memerangi dan menyelamatkan anak dari bahaya pneumonia. Pneumonia merupakan pembunuh nomor satu balita di seluruh dunia yang telah mengakibatkan kematian pada  lebih dari 2 juta bayi,  atau 1 dari 5 kematian balita  di seluruh dunia setiap tahunnya. Sebagai salah satu upaya menanggu­langi pneumonia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut memperingati WPD dengan maksud untuk meng­him­bau masyarakat dalam me­lakukan deteksi dini dan pence­gah­an terhadap pneumonia dalam rangka upaya percepatan pe­nanggulangan pneumonia.

Dalam acara tersebut, Ketua Umum IDAI, Dr. Badriul Hegar, SpA(K), mengatakan, “Pneumo­nia merupakan penyakit yang sering terabaikan.” Selain me­nyebabkan kematian pada anak, pneumonia menciptakan beban secara ekonomi dan sosial yang berujung pada siklus kemiskinan. Memerangi pneumonia me­rupakan strategi penting bagi setiap negara dalam penca­pai­an tujuan keempat dari Mille­nium Development Goals (MDGs) 2015. “MDGs merupakan aksi untuk memperoleh kesehatan optimal dan hal tersebut harus dilakukan oleh semua pihak,” ungkap Dr. Hegar. Masyarakat harus berperilaku yang mendukung MDGs pada kehidupan sehari-hari. Pemerintah dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bertugas menyusun pro­gra­m kesehatan untuk mendu­kung upaya MDGs  tersebut.

 “Gejala pneumonia ter­gantun­g dari usia dan kuman pe­nyebab,” ungkap Dr. I. Boediman, SpA(K). Biasanya, pneumonia didahului gejala selesma (common cold) berupa demam dan/atau batuk dan/atau pilek. Gejala ini dapat disertai nyeri kepala dan hilang nafsu makan. Pada per­kem­bangan selanjutnya akan timbul 2 gejala penting pneumonia, yaitu napas cepat dan kesulitan bernapas/sesak napas. Tanda kesulitan napas pada anak antara lain napas cepat, hidung kembang-kempis, dan pada kasus pneumonia yang berat dapat terlihat adanya tarikan dinding dada. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pengenalan dini tanda-tanda pneumonia untu­k dapat melakukan pe­na­nga­nan yang cepat dan tepat terhadap penyakit ini.

Pencegahan yang dapat dila­ku­kan harus meliputi segi pasien, kuman pneumonia, dan juga lingkungan, kata Dr. Boediman. Langkah yang dapat dilakukan antara lain pemberian ASI eksklusif 6 bulan, gizi cukup dan seimbang sesuai usia anak, imunisasi terutama DPT, campak, Hib dan IPD, serta ling­kung­­an bebas asap baik, berupa asap rokok, hasil pembakaran, mau­pun polusi udara. Pneumo­nia membutuhkan pengobatan antibio­tik dengan pilihan dan dosis yang tepat. Pilihan antibio­tik disesuaikan dengan derajat penyakit. Orang tua harus me­ng­­awasi dan memastikan pem­ber­ian obat sesuai dengan atur­a­n dan diminum hingga tuntas. Selain itu, pemberian oksigen bagi anak pneumonia sangat penting karena pada pneumonia terjadi kekurangan oksigen da­lam tubuh anak. Perawatan yang juga penting adalah asup­an cairan dan gizi yang cukup se­hingga dapat mempercepat penyembuhan pneumonia. (hidayati)

 
Banner