Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan

Glukosameter Harus Penuhi Syarat Ketepatan dan Ketelitian

 

Perubahan gaya hidup yang melanda sebagian besar masyarakat Indonesia berdam­pak pada peningkatan beberapa penyakit seperti obesitas, dislipidemia, dan diabetes melitus.  Diabetes melitus merupakan pe­nya­kit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi da­pa­t dikendalikan. Cara me­ngen­dalikan diabetes adalah dengan menjaga kadar glukosa darah agar berada dalam kadar yang normal. Hal tersebut dapat dila­ku­­kan dengan melakukan peng­ukuran kadar glukosa darah secar­a rutin. Pemantauan kadar glukosa darah yang teratur da­pa­t mencegah dan me­nurunkan komplikasi diabetes mellitus.

Penanganan penderita diabetes akan sangat tergantung pada pemantauan kadar glu­kosa darah secara mandiri. Pemantauan glukosa darah mandiri dapat dilakukan dengan alat glukosa meter yang mempunyai beberapa keuntungan, antara lain hasil cepat diperoleh, mudah, alat relatif kecil, dan hanya membutuhkan sampel darah yang sedikit. Pemeriksaan kadar glukosa darah sebaiknya dilakukan dengan alat yang telah diuji dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Pengujian tersebut meliputi ke­telitian, ketepatan, kemudahan, dan berbagai aspek lainnya untu­k menghindari bahaya kesala­han pengukuran akibat alat glukosa meter yang tidak memenuhi standar.

Salah satu alat glukosameter yang beredar di Indonesia ada­lah Accu-Chek®. Untuk mengetahui beberapa aspek kualitas alat Accu-Chek® Performa, yaitu aspek ketelitian, ketepatan, dan faktor yang dapat mempenga­ruhinya sehingga didapatkan hasil yang dapat dipercaya, Tri Ariguntar dan Suzanna Immanuel dari Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengadakan peneliti­an terhadap alat glukosameter tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mendapatkan data kualitas glu­kosameter Accu-Chek® Performa yang dapat dipakai sebagai pertim­bangan dalam memilih glu­kosameter untuk pemantauan terapi penderita diabetes melitus di rumah sakit atau untuk pemantauan glukosa darah mandiri.

Penelitian didesain secara potong lintang  yang dilakukan terhadap 100 sampel darah yang berasal dari Poliklinik Rawat Jalan Metabolik Endokrin RSUPNCM pada periode Juni – Juli 2010. Analisis data dilaku­kan dengan program SPSS 17. Data hasil uji ketelitian dan ke­te­patan pemeriksaan laboratorium yang diteliti dimasukkan dalam tabel dan dihitung nilai rerata (mean), standard deviation (SD), coefficient of variation (CV), dan penyimpangan (d). Uji ketepatan klinis dilakukan de­nga­n analisis Parkes error grid. Uji ketepatan berdasarkan kri­teri­a Internasional Organisation for Standardization (ISO) 15197; 2003.

Penelitian ini mendapatkan data bahwa alat yang diteliti mem­punyai ketelitian dan ke­tepatan yang baik serta tidak adanya variasi hasil pengukuran glukosa darah antar alat yang bermakna (p > 0,05). Uji kete­pat­an klinis menggunakan analisi­s Parkes Error Grid me­nun­jukkan hasil pemeriksaan glukosa darah dapat diterima secara klinis (100% berada pada Zona A) dan uji ketepatan ber­dasarkan kriteria ISO 15197:2003 didapatkan 100% hasil peme­riksaan glukosa darah yang diperiksa dengan Accu-Chek® Performa masuk dalam rentang yang ditetapkan, tetapi hasil peme­riksaan glukosa darah denga­n Accu-Chek® Performa cenderung lebih tinggi dari hasil nilai rujukan. Uji linearitas menunjukkan hasil pemeriksaan glukosa darah masih linier pada rentang kadar glukosa darah 26-550 mg/dL sesuai kadar linearit­y kit.

Uji pengaruh suhu tinggi dan rendah didapatkan penyimpangannya tidak sesuai kriteria ADA 1996, yaitu d < 5% untuk kontrol level 1, tetapi untuk kontr­ol level 2 sesuai kriteria ADA 1996. Pada uji jatuh di­da­patk­an hasil yang baik dengan penyimpangan yang masih sesuai kriteria ADA 1996 (d <5%). Dengan demikian, alat ini masih tetap layak untuk digunakan setelah terpapar suhu tinggi, suhu rendah, maupun setelah jatuh.  (hidayati)

 
Banner