Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan

WECOC 2010: Ajang Diskusi Perkembangan Ilmu Kardiovaskular Terkini

 

Saat ini, di dunia terjadi per­kembangan yang sangat pesat dalam pengobatan penyakit kardiovaskular. Perkembangan yang menghasilkan inovasi baru dalam pengobatan penyakit kardio­vaskular ini membuat kardiol­og dapat melayani pasien dengan lebih baik. Untuk meng­ikuti perkembangan ilmu kardio­vas­kular terkini, penyelenggara 22nd Weekend Course on Car­dio­logy  (WECOC) memilih tema “Cardiology and Beyond: Future Challenges and Opportunities in Primary Care” untuk pertemuan tahun 2010 ini. Penyelenggara ber­harap pertemuan kali ini men­jadi kesempatan terbaik bagi dokter untuk mendiskusikan masalah terbaru yang dipublikasikan oleh peneliti dan pan­dua­n dari pembicara ternama. Demikian disampaikan oleh Dr. Manoefris Kasim, SpJP(K) dalam sambutannya saat mem­buk­a 22nd Weekend Course on Cardiology  (WECOC), di Jakarta, 29–31 Oktober 2010.

1012-keg-kardiovas-Kalbe“Saya percaya bahwa per­tem­uan ilmiah tahunan ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya bagi dokter Indonesia, tetapi pad­a akhirnya juga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang menyandang masalah kardiovaskular,” kata Dr. Manoefris, yakin. Selain itu, WECOC diha­rap­kan juga dapat menjadi ajang silaturahmi dengan teman lama dan baru yang akan menjadi kenangan tak terlupakan. 

Seperti pada pertemuan ilmiah yang lain, WECOC juga memiliki sejumlah program ilmia­h yang meliputi plenary sessio­n, breakfast symposia, lunch symposia, parallel symposia, dan interactiva case discussions yang memungkinkan para dokter berbagi pengetahuan serta pengalaman. WECO­C juga mengadakan kursu­s singkat dan workshop bagi para pesertanya. Program ilmiah yang telah disusun secara akurat dalam WECOC menyertakan pembicara dari dalam dan luar negeri seperti Belanda, Jepang, Singapura, Australia, dan Austria. Di sisi lain, pertemuan ilmiah tahunan yang diadakan oleh Continuing Medical Education Departemen Kardio­logi dan Kedokteran Vaskular FKUI ini, didukung secara sinergis oleh perusahaan farmasi dan industri kedokteran.

Salah satu perusahaan farmasi yang berpartisipasi dalam WECOC 2010 adalah PT Kalbe Farma. Perusahaan farmasi terna­ma di Indonesia ini me­nge­depa­nkan produk barunya, Truvaz. Produk dengan komposisi atorvastatin calcium 10 dan 20 mg ini diindikasikan seba­gai terapi tambahan di samping diet, untu­k menurun­ka­n kolesterol total, kolesterol LDL, apolipoprotein B, dan trigliserida pada pasien-pasien dengan hiperkolesterolemia pri­mer, hiperlipidemia campuran, serta hiper­ko­les­terolemia ke­turun­an ho­mo­zi­got dan hetero­zigot bila respons terhadap diet dan terapi non-farmakologis lain tidak adekuat.

Atorvastatin merupakan peng­hambat selektif anzim HMG-CoA reduktase, yaitu enzim yang mengonversi per­ubahan HMG-CoA menjadi me­va­lonate yang berperan dalam biosintesis kolesterol. Atorvas­tatin berperan sebagai agen penurun kolesterol yang efektif dalam penurunan kolesterol tota­l, kolesterol LDL, trigliserida, dan kadar apolipoprotein B.

Beberapa penelitian yang di­laku­kan oleh para ilmuwan telah membuktikan efektivitas atorvastatin. Penelitian McKenney, 2005, menyatakan bahwa ator­va­statin efektif menurunkan kadar LDL, trigliserida, dan me­ning­katkan kadar HDL. Selain itu, studi ASCOT-LLA dan CARDS menemukan bahwa atorvastatin dosis rendah mampu menurunkan kejadian kardiovaskular. Penelitian Okazaki S, 2004, juga men­da­pat­kan data bahwa atorvas­tatin 20 mg/hari efektif mengur­angi volume plak athe­ros­klerosis. Studi yang dilakukan Alsheikh AA, 2005, menyatakan atorvastatin memiliki profil ke­aman­an yang baik. Yang lebih penting lagi, PT Kalbe Farma telah melakukan studi bioekui­va­le­nsi dan menyatakan bahwa kualitas Truvaz sebanding de­nga­n produk referensi. (hidayati)

 
Banner