| Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan |
Pantoprazole Pilihan Terbaik Keluhan Gastrointestinal
Perhelatan besar para spesialis penyakit dalam Indonesia yang dilaksanakan di Malang, Jawa Timur, 5-7 November 2010, lalu telah membawa banyak ilmu dan keceriaan. Selain para ahli dapat meng-update ilmu penyakit dalam, mereka dapat bertemu kolega dan rekan sejawat satu organisasi profesi yang sudah lama tidak mereka jumpai. Pertemuan yang diketuai oleh Prof. dr. L. A. Lesmana, SpPD, KGEH, PhD, tersebut merupakan kali kedelapan salah satu organisasi profesi kedokteran tertua itu membuat acara serupa. Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PIN PAPDI) kali ini mengusung tema “Update in Diagnostic Procedures and Treatment in Internal Medicine”.
Sesuai dengan tema yang diangkat, beberapa stand farmasi ikut berpartisipasi dalam acara ini. Kebanyakan perusahaan farmasi mengusung obat-obatan terbaik dan terbaru yang mereka pasarkan. Salah satu perusahaan farmasi yang berpartisipasi dalam acara ini adalah PT Soho Industri Pharmasi. Beberapa produk unggulannya, antara lain Magard FA® (Famotidine-Ca Carbonate-Mg Hidroksida), Panso® (Pantoprazole injeksi), dan Fucoidan 100® (Fucoidan). Bila diperhatikan, seluruh obatnya berhubungan dengan keluhan gastrointestinal, yaitu dispepsia.
Salah satu produk yang memiliki pasar yang luas serta memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk sejenis adalah Panso® (Pantoprazole injeksi). Pantoprazole merupakan golongan proton pump inhibitor (PPI) atau penghambat pompa proton yang memiliki kerja menurunkan asam lambung, misalnya pada pasien esofagitis, hipersekresi patologis terkait dengan Zoolinger Ellison Syndrome, serta menjadi salah satu bagian vital dalam eradikasi Helicobacter pylori. Dalam konteks produk ini, indikasi ditambahkan bila pasien tidak dapat menggunakan obat oral, misalnya dalam kondisi rawat inap.
, tak banyak obat golongan PPI yang berbentuk sediaan injeksi. Sebagian besar PPI diberikan dengan cara oral. Obat ini adalah satu di antara yang jarang, dan paling dikenal oleh para klinisi, terutama klinisi yang bertugas di ruang rawat inap. Cara pemberiannya melalui intravena membuat obat ini mudah dipakai oleh perawat atau dokter. Pada penyakit esofagitis yang disebabkan oleh gastro-esophageal reflux syndrome (GERD), obat ini digunakan dalam dosis 40 mg per hari dengan cara diinjeksi intravena lambat-lambat selama 2-5 menit atau infuse intravena selama lebih dari 15 menit. Pada hipersekresi patologis terkait Zoolinger Ellison syndrome (pra-keganasan), direkomendasikan dosis 80 mg setiap 12 jam, diadministrasi menggunakan infuse intravena selama lebih dari 15 menit. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan.
Selain PPI sendiri merupakan pilihan terbaik di antara obat-obat keluhan gastrointestinal (direkomendasikan oleh banyak guidelines internasional di seluruh dunia), di antara golongan PPI, pantoprazole merupakan salah satu yang paling baik. Secara interaksi obat bersama dengan clopidogrel, salah satu obat anti-trombotik yang paling sering digunakan di seluruh dunia selain aspirin, pantoprazole menunjukkan interaksi yang ringan. Golongan PPI sendiri sering digunakan bersama clopidogrel karena dipakai untuk menurunkan insidens efek samping perdarahan gastrointestinal pada penggunakan obat anti-trombotik.
Bukti ilmiah menunjukkan terdapat penurunan efek kerja dari clopidogrel akibat penggunakan berbagai obat golongan PPI. Hal ini berkaitan dengan hambatan kerja pada enzim sitokrom P450 2C19. Penurunan efektivitas kerja clopidogrel mengarah pada peningkatan risiko kardiovaskular (serangan kardiovaskular berulang). Tentu saja efek tersebut amat tidak kita harapkan. Pantoprazole merupakan PPI yang paling rendah efek interaksinya dengan clopidogrel. Dengan demikian, efek interaksi obat yang tidak kita harapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
Penggunaan Panso® harus sesuai indikasi, yaitu pasien yang tidak dapat menggunakan obat oral akibat berbagai kondisi medis. Beberapa populasi khusus yang perlu mendapat perhatian dalam penggunaannya adalah wanita hamil, karena belum ada uji klinis yang benar-benar sahih mengenai pemakaian pantoprazole injeksi pada wanita hamil. Juga pada wanita menyusui, di mana belum diketahui secara jelas apakah obat ini turut disekresikan ke dalam air susu ibu. Pada pasien anak, obat ini belum teruji bermanfaat secara klinis. Sementara, pada pasien geriatri, tidak ada penyesuaian dosis yang dianjurkan. Keberadaan obat ini dan farmasi PT Soho Industri Pharmasi secara umum telah membawa manfaat yang sangat besar bagi para peserta simposium. Informasi produk yang lugas dan baru selalu meng-update para dokter untuk menjadi lebih baik. (a)







