| Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan |
Statin Atasi Dislipidemia Terkait Penyakit Kardiovaskuler
Statin is a miracle drug. Demikian kesimpulan yang diberikan DR. Dr. Faisal Baraas, SpJP(K), FIHA, mengenai statin. Beliau menyampaikan hal tersebut pada hari terakhir 22nd Weekend Course on Cardiology di Hotel Borobudur, Jakarta.
Menurut Faisal, statin menjadi obat dewa karena efek pleiotropik yang dimilikinya. Ia tidak hanya menurunkan kadar low density lipoprotein (LDL), tetapi juga meningkatkan kadar high density lipoprotein (HDL), menurunkan trigliserida, menurunkan hs-CRP, menekan stres oksidatif, meningkatkan sel progenitor endotel yang bersirkulasi, dan meningkatkan sekresi e-NOS. LDL yang bersirkulasi merupakan salah satu faktor risiko penting kejadian penyakit jantung koroner (PJK). Makin rendah LDL, makin rendah pula risiko terhadap PJK. Pernyataan tersebut merupakan hasil penelitian berbagai studi preventif.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa kadar LDL dapat diturunkan hingga 160 mg/dL, 130 mg/dL, dan 100 mg/dL. Kadar yang berbeda tersebut disesuaikan pada tiap pasien berdasarkan faktor risiko. “Pasien dengan risiko tinggi PJK harus diturunkan kadar LDL-nya hingga <100 mg/dL, bahkan 70 mg/dL. Sedangkan pasien risiko rendah, kadar LDL diturunkan hingga <140 mg/dL sudah cukup,” lanjut Farid lagi.
Namun, LDL yang rendah belum memadai untuk menurunkan risiko PJK ini. Berdasarkan penelitian yang ada, kadar HDL mesti pula ditingkatkan, dan trigliserida serta hs-CRP diturunkan. Dengan statin, kadar normal seluruh marka tersebut dapat dicapai.
Dari hasil studi epidemiologi klinis diperoleh bahwa rendahnya kadar LDL tetap memberikan risiko penyakit kardiovaskuler tinggi bila kadar HDL rendah. Berdasarkan studi tersebut, penurunan 1% kadar LDL dapat menurunkan 1% risiko kejadian kardiovaskular dan peningkatan 1% kadar HDL dapat menurunkan 3% risiko kejadian kardiovaskular ini.Studi meta-analisis VOYAGER tahun 2010 menunjukkan perubahan kadar LDL dengan peningkatan dosis statin yang diberikan pada seluruh populasi. Tiga statin yang diuji adalah simvastatin, atorvastatin, dan rosuvastatin. Dari ketiga obat tersebut, VOYAGER menunjukkan persentase penurunan LDL dengan rosuvastatin lebih baik dibandingkan dengan atorvastatin dan/atau simvastatin.
Selain mengatur marka risiko penyakit kardiovaskular, statin memberi pengaruh pada sel progenitor endotel dan fungsi endotel. Seperti diketahui, sel progenitor endotel memiliki peran penting dalam respons hemodinamik dan hemostatis. Respons tersebut terjadi pada fase akut dan kronik sehingga disebut respons imunologis sel endotel. Tujuannya menjaga keseimbangan internal di dalam tubuh manusia.
Fungsi statin pada sel progenitor endotel dibuktikan oleh studi yang dilakukan Pirro dkk pada tahun 2009. Hasil penelitian Pirro dkk tersebut menunjukkan pemberian rosuvastatin dosis rendah (10mg/hari) dan jangka pendek meningkatkan fungsi endotel.
Efek pada penelitian Pirro dkk., tersebut diketahui dengan meningkatnya flow mediated vasodilatation (FMD) sebanyak 87% dengan menurunkan kolesterol sebanyak 37% dan meningkatkan jumlah sel progenitor endotel yang bersirkulasi sebanyak 72%. Diperoleh korelasi signifikan antara sel progenitor endotel dan variasi FMD pada penelitian itu.
Studi lain mengenai statin dijelaskan oleh penelitian JUPITER (Justification for the use of statins in primary prevention: an intervention trial evaluating rosuvastatin). Paparan Dr. Yan Herry, SpJP(K), FIHA, mengenai studi JUPITER memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai efikasi statin.
Penelitian JUPITER mengikutsertakan pasien dengan kadar LDL rendah hingga normal dengan risiko kardiovaskular tinggi. Risiko tinggi tersebut diidentifikasi melalui kadar CRP yang meningkat.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan penurunan 44% keluaran akhir primer (primary endpoint) kejadian kardiovaskular mayor dan penurunan 20% total mortalitas dengan pemberian rosuvastatin 20 mg dibanding dengan plasebo. Pemberian 20 mg rosuvastatin jangka panjang pada studi JUPITER tersebut ditoleransi baik oleh 9000 pasien yang ikut serta dalam penelitian tersebut. (Icha)






