Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Profil

Dedikasi Karin Diderot terhadap Dunia Probiotik

Jumlah ahli gizi dan peneliti yang menggeluti dunia probiotik tak banyak. Itu jelas. Apalagi mereka yang sampai masuk dalam hitungan kancah internasional. Mengapa? Pertama, meskipun penemuan pertama kali oleh Metcnikoff sudah hampir satu abad yang lalu, beberapa orang peneliti internasional masih belum familiar dengan bidang yang satu ini, bahkan sebagian lagi masih bersikap skeptis. Kedua, ahli gizi yang memiliki reputasi internasional memang tak banyak. Ketiga, terapi berbasis antibiotik masih sangat menonjol dekade ini sehingga perhatian banyak klini­si dan media tersedot pada beragam rupa dan jenis antibiotik. Jadi, memang tak banyak tokoh seperti Karin Diderot.

Bertemu dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PIN PAPDI), 5-7 November 2010 di Malang, Jawa Timur, sama sekali tak menyangka bahwa pertemuan itu akan berlanjut menjadi perkenalan dan bincang-bincang lebih lanjut melalui dunia maya. Karin Diderot adalah salah satu pembicara dalam pertemuan ilmiah dokter spesialis penyakit dalam itu. Sesuai dengan ke­pakarannya dalam bidang nutrisi gastrointestinal, Diderot membawakan presentasi pada sesi gastroenterologi. Bersama Prof. dr. H. A. Aziz Rani, SpPD, KGEH; dr. Marcellus Simadibrata Kolopaking, SpPD, KGEH, PhD; dan dimoderatori oleh dr. Hariadi Moeljosoedirdjo, SpPD, KGEH, Diderot bersama-sama mengemban tugas mem­per­kenalkan manfaat probiotik bagi salura­n cerna manusia.

1012-profil-KarinDiderot adalah perempuan berkebang­saan Swedia yang tinggal di Malmo (baca: Malmu), sebuah kota di selatan Stockholm, ibu kota Swedia, yang menghubungkan Kopenhagen ke Stockholm. “Saya suka memandang jembatan sepanjang delapan kilometer yang menjadi kebanggaan kota kami,” papar Diderot. Salah satu jembatan terpanjang di Eropa itu merupakan peng­hubung kereta api dan mobil yang melinta­si Laut Baltik antara Kopenhagen-Stockholm. “Kota kami juga terkenal sebagai kota sepak bola di Swedia. Salah satu pemain sepak bola kami, Zlatan Ibrahimovic, bermain di tim lokal Malmo FF sebelum hijrah ke Ajax Netherlands dan Milan saat ini,” paparnya bangga saat menceritakan kampung halamannya. 

Sebagai istri seorang manajer penjualan perusahaan IT yang sukses dan ibu dari tiga anak yang sudah growing up, ia bebas menjalankan aktivitas ilmiahnya yang segudang. Lulus sebagai Master Science Nutrition, dengan fokus Chemistry, Nutrition, dan Diethetics dari Lunds Univer­siteit, Swedia, yang tersohor itu, ia langsung memulai karier di Nestle Swedia, lalu perusahaan farmasi internasional Astra Zeneca, masih dalam batas negara yang sama. Di tempat-tempat inilah ia dididik menjadi seorang manajer penelitian klinik (clinical research manager) yang andal dan terbuka terhadap kemajuan dunia nutri­ceu­tical, epidemiologi klinik, dan marketing.

Tahun 2000 merupakan titik penting dalam perjalanan karier perempuan yang menghabiskan waktu bersama keluarga dengan cara olah raga, memasak, dan yog­a ini. Ia bergabung dengan BIOGAIA, sebuah perusahaan bioteknologi inovasi yang sangat besar di Swedia. Ada banyak produk-berbasis-riset yang dihasilkan oleh BIOGAIA. Saat ini, salah satu primadona penemuan BIOGAIA yang sekaligus juga merupakan fokus penelitian Diderot adalah probiotik Lactobacillus reuteri. Probiotik ini sudah diteliti dalam uji klinik (clinical research) oleh ratusan dokter dan ahli biomedik secara lokal maupun na­siona­l. “Reuteri bahkan sudah dimeta­analisi­s dan memberikan hasil yang sangat baik bagi kesehatan umat manusia,” ucap Diderot.

Lactobacillus reuteri adalah bakteri baik atau dengan nama lain probiotik yang bermanfaat dalam mengatur homeostasis saluran cerna manusia, mencegah ber­bagai proses patologis, menekan enzim-enzim pra-kanker saluran cerna, serta menurunkan angka kejadian beragam keluhan gastrointestinal seperti diare, dispe­psia, dan konstipasi. “BIOGAIA me­rupak­an world’s leader untuk penelitian probiotik selama 20 tahun sehingga penem­uan reuteri ini wujud nyata produk-berbasis-riset kami yang sangat menonjol,” ucap Diderot. “Pasar kami sudah men­­capai 50 perusahaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” tambah perempuan yang fasih berbahasa Inggris meskipun bahasa­nya ibunya tetaplah bahasa Swedia.

Strain reuteri yang diproduksi BIOGAIA saat ini sudah mencapai Indonesia. Kalbe Farma, perusahaan farmasi nasional ter­besa­r, memproduksi dan memasarkannya dengan nama dagang Rillus. Produk ini merupakan cara mudah dan aman mengon­sumsi probiotik. Produk ini menjadi unggulan dalam tahun ini dan tahun-tahun mendatang karena aman, dapat dito­leransi dengan sangat baik, serta mem­berikan efektivitas yang mengagum­kan. Meskipun terapi berbasis antibiotik tetap akan bertahan tahun-tahun mendatang, pendekatan berbasis nutriceutical akan menonjol. Strain reuteri sendiri juga mendapatkan review yang sangat baik dari kedua pembicara lain, Prof. Aziz Rani dan dr. Marcellus Simadibrata, keduanya gastroenterolog senior Indonesia.

Saat ditanya mengapa tertarik pada dunia probiotik, Diderot menjawab de­ngan ringan, “the human gut is one of the most complex ecosystems on the planet and intestinal micro biota is known to be essential to the health, hence there are a lot of interesting projects within the pro­bioti­cs area.” Diderot sangat senang bila hasil penelitian dan review-nya membawa manfaat bagi kesehatan umat manusia di seluruh dunia. “Hasil penelitian wajib dipublikasikan dan disosialisasikan,” papar Diderot. Meskipun memiliki nuansa promo­si dan komersial, itu tak menjadi masalah selama informasi yang diberikan jujur, ilmiah (evidence-based), dan membawa visi misi bagi kesehatan manusia. “Saya mencintai pekerjaan saya dan BIOGAI­A. BIOGAIA memiliki berbagai proyek penelitian yang berbeda dari tempa­t lain. Di tempat ini, kami berusaha membuat terobosan demi kesehatan umat manusia,” tutup Diderot mengakhiri wawancara kami. (aswin)

 

 
Banner