Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Dari Lapangan

Dokter dan Pasien Tanimbar

 

LAURENTIUS ASWIN PRAMONO

Dokter PTT Puskesmas Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

 

Tak semua orang mengetahui letak Kepulauan Tanimbar. Letaknya ada di paling selatan dari rangkaian Pulau-Pulau Maluku, diapit Laut Banda, Laut Arafura, dan Samudera Hindia. Di salah satu titik terluar wilayah Indonesia ini, ada banyak pengalaman yang dapat diceritakan. .

Tahun 2010 merupakan salah satu tahun yang paling berkesan bagi saya. Di tahun ini, saya memperoleh kesempatan bekerja sebagai dokter PTT di Kepu­lauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Dapat bekerja sebagai dokter PTT ada­lah pengalaman yang luar biasa. Kita dapat mengenal masyarakat dari dekat dan benar-benar terjun sendiri dalam pelayanan serta program kesehatan di daerah terpencil. Saya menganggapnya sebagai pelajaran yang sang­at berharga yang tidak didapatkan di bangku kuliah, baik saat menjadi mahasiswa maupun koasisten.

1012-DL-Tanimbar-gb1Secara administratif, seluruh wilayah Kepulauan Tanimbar berada di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB). Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara (Maltra) yang berpusat di Kota Tual, Kepulauan Kei. Pada 2002, Kepu­lauan Tanimbar dan Kepulauan Tenggara Jauh (Kepulauan Babar, Wetar, Leti) berpisah, sementara pada 2007, Kepulauan Tenggara Jauh berpisah menjadi Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Dengan demikian, saat ini, wilayah Maluku Selatan dan Tenggara terdiri dari empat kabupaten besar, yaitu Maluku Tenggara (Maltra), Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD), dan yang terpisah sejak lama adalah Kepulauan Aru.

Ibu kota Kabupaten MTB adalah Saumlaki. Berdasarkan keputusan dinas kesehatan setempat, surat tugas saya yang pertama ada­­lah Puskesmas Saumlaki, salah satu puskesmas rujukan kabupaten (rujukan bagi Tanimbar Selatan). Di luar jam puskesmas, saya diharapkan membantu Rumah Sakit Misi Katolik Fatima di kota ini. Kegiatan sehari-hari diisi dengan pelayanan kesehatan di puskes­mas dan rumah sakit (UGD, poliklinik, dan ra­wat inap); pengobatan dan skrining penyakit ke desa-desa yang dilakukan setiap akhir pekan (hari Minggu); serta menjalani beberapa program kesehatan setempat (posyandu, kelompok lansia, dan lain-lain).

Bila ada kejadian luar biasa penyakit di suat­u desa, biasanya saya dan rekan dokter PTT lain diminta bertugas ke daerah tersebut dalam rangka penanggulangan (pengobatan dan penyuluhan). Saya bersyukur dapat menjala­ni semua kegiatan ini dengan baik, sambil tetap belajar, menulis, dan melakukan penelitian sederhana mengenai beberapa penyakit yang menarik perhatian saya.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.

 

 

 

 

 

 

 
Banner