| Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Artikel Konsep |
Situasi dan Penyebaran Filariasis serta Nyamuk Penularnya di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT
BARODJI*, BAGUS FEBRIANTO**, KUSNO BARUDIN***, TRI SUWARJONO***, DAN SAPTO PRIHASTO***
*Mantan Ahli Peneliti Utama, pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektordan Reservoir Penyakit
(B2P2VRP), Salatiga
** Peneliti pada B2P2VRP, Salatiga
***Teknisi pada B2P2VRP, Salatiga.
Latar Belakang
Pulau Adonara termasuk dalam wilayah Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur, terletak di sebelah selatan Pulau Flores bagian timur, tepatnya pada 8,5o lintang selatan dan 12,3o bujur utara. Pulau ini dengan Pulau Flores dihubungkan oleh selat Adonara. Pulau Adonara merupakan salah satu pulau endemis filariasis di Kabupaten Flores Timur. Hasil survei filariasis yang dilakukan pada 1986 di Pulau tersebut ditemukan 19,2% dari 530 penduduk yang diperiksa darahnya mengandung mikrofilaria.1 Pada tahun yang sama dilakukan pengobatan massal penderita filariasis. Penderita filariasis terbanyak dijumpai di Kecamatan Adonara Barat. Di kecamatan tersebut, terdapat 12 kasus filariasis dengan gejala klinis kronis limfadema atau elephantiasis yang tersebar di beberapa desa. Nyamuk yang menjadi vektor filariasis di Pulau Adonara belum diketahui. Hasil penelitian di Kabupaten Flores Timur daratan diketahui bahwa vektor filariasis di kabupaten tersebut adalah Anopheles barbirostris2, An. flavirostris3, An. subpictus3,4, dan An. sundaicus,3. Pemberantasan filariasis di Pulau Adonara selama ini hanya dilakukan dengan pengobatan penderita. Pengendalian vektor dalam rangka pemberantasan penyakit tersebut belum pernah dilakukan, akan tetapi pada 1986 telah dilakukan penyemprotan dinding rumah dan penggunaan kelambu berinsektisida cyfluthrin dalam uji coba insektisida tingkat operasional untuk pemberantasan malaria.5
Dalam rangka meningkatkan mutu dan rencana strategi pemberantasan penyakit tular vektor, khususnya filariasis, yang efektif, efisien, serta berhasil guna dalam arti tepat sasaran, tepat insektisida, dan tepat cara, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui situasi dan penyebaran penyakit tersebut. Penelitian ini dilakukan pada 2008 dan bertujuan untuk mengetahui situasi penyakit serta penyebaran filariasis di Pulau Adonara setelah dilakukan pengobatan massal pada 1986. Hasil penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberi informasi tentang prevalensi dan penyebaran filariasis, vektor filariasis, dan bionomiknya (tempat perindukan, perilaku mengisap darah), serta faktor lingkungan yang berhubungan dengan penularan filariasis.







