| Edisi No 12 Vol XXXVI - 2010 - Saripati |
Efek Jangka Panjang Aspirin pada Insidens Kanker Kolorektal dan Mortalitas: Follow up 20 Tahun pada Lima Ujicoba Teracak
Rothwell PM, Wilson M, Elwin CE, dkk.
The Lancet Early Online Publication, 22 Oktober 2010
Aspirin dosis tinggi (³500 mg sehari sekali) menurunkan insidens kanker kolorektal jangka panjang, namun efek samping mungkin membatasi potensi pencegahan jangka panjangnya. Efektivitas jangka panjang dosis yang lebih rendah (75-300 mg sekali sehari) belum diketahui. Peneliti menilai efek aspirin pada insidens dan mortalitas akibat kanker kolorektal dalam hubungannya dengan dosis, durasi terapi, dan letak tumor. Peneliti menindaklanjuti empat ujicoba teracak aspirin versus kontrol pencegahan kejadian vaskular primer (Thrombosis Prevention Trial, British Doctors Aspirin Trial) dan pencegahan kejadian vaskular sekunder (Swedish Aspirin Low Dose Trial, UK-TIA Aspirin Trial) dan satu ujicoba dosis aspirin yang berbeda (Dutch TIA Aspirin Trial) dan mengembangkan efek aspirin pada risiko kanker kolorektal selama 20 tahun selama dan setelah ujicoba dengan analisis data pasien individual yang terkumpul. Pada empat ujicoba aspirin versus kontrol (durasi mean jadwal terapi 6,0 tahun), ditemukan 391 (2,8%) dari 14033 pasien yang menderita kanker kolorektal selama median follow up 18,3 tahun. Pemberian aspirin menurunkan risiko kanker kolon 20 tahun (insidens hazard ratio [HR] 0,76; 0,60—0,96, p=0,02; mortalitas HR 0,65; 0,48—0,88; p=0,005), namun bukan kanker rektum (0,90; 0,63—1,30; p=0,58: 0,80; 0,50—1,28; p=0,35). Pada data penurunan yang tersedia, aspirin menurunkan risiko kanker kolon proksimal (0,45, 0,28—0,74; p=0,001; 0,34;0,18—0,66; p=0,001), namun tidak pada kanker kolon distal (1,10; 0,73—1,64; p=0,66; 1,21; 0,66—2,24, p=0,54; untuk perbedaan insidens p=0,04, untuk perbedaan mortalitas p=0,01. Manfaat meningkat dengan penambahan jadwal durasi terapi, seperti pemberian aspirin 5 tahun atau lebih lama menurunkan risiko kanker kolon proksimal sekitar 70% (0,35; 0,20—0,63; 0,24; 0;11—0,52; keduanya p<0,0001) dan juga menurunkan risiko kanker rektum (0,58; 0,36—0,92; p=0,02; 0,47; 0,26—0,87; p=0,01). Tidak terdapat peningkatan manfaat pada dosis aspirin yang lebih besar dari 75 mg sehari sekali, dengan penurunan absolut 1,76 %(0,61—2,91; p=0,001) pada 20 tahun risiko kanker kolorektal fatal setelah jadwal terapi 5 tahun dengan 75—300 mg sekali sehari. Bagaimanapun, risiko kanker kolorektal fatal lebih tingi pada 30 mg versus 283 mg sekali sehari pada follow up jangka panjang pada ujicoba Dutch TIA (odds ratio 2,02; 0,70—6,05; p=0,15). Aspirin yang dipakai beberapa tahun pada dosis paling sedikit 75 mg sekali sehari menurunkan insidens dan mortalitas jangka panjang akibat kanker kolorektal. Manfaatnya lebih besar untuk kanker kolon proksimal, yang belum bisa dicegah secara efektif dengan penapisan dengan sigmoidoskopi atau kolonoskopi.







