Anak-anak berusia 29 hari atau kurang dari 16 tahun dikonfirmasi secara radiologi mengalami AIS selama periode 1 tahun (1 Juli 2008–30 Juni 2009) yang berada di selatan Inggris (populasi sekitar 5,99 juta anak). Kasus diidentifikasi melibatkan beberapa sumber (ahli saraf dan pelatih anak, The British Paediatric Neurology Surveillance Unit, dokter anak, ahli radiologi, ahli fisioterapi, ahli bedah saraf, orang tua, dan The Paediatric Intensive Care Audit Network). Kasus ini berdasarkan pemeriksaan individu dan catatan kasus. Rincian penyajikan fitur, faktor risiko, dan investigasi faktor penyebab dicatat dan dianalisis.

Identifikasi dilakukan terhadap 96 kasus. Kejadian AIS pada kanak-kanak adalah 1,60 per 100.000 per tahun (95% CI 1,30–1,96). Analisis menyarankan bahwa kasus yang terja­di adalah 89% lengkap (95% CI 77–97). Kejadian AIS tertinggi pada anak usia di bawah 1 tahun (4,14 per 100.000 per tahun, 95% CI 2,36–6,72). Tidak ditemukan perbe­da­a­n risiko AIS di antara jenis kelamin yang berbeda (kejadian 1,60 per 100.000 per tahun (95% CI 1,18–2,12) untuk anak lak­i-laki dan 1,61 per 100.000 per tahun (1,18–2,14) untuk anak perempuan. Anak-anak keturunan Asia (risiko relatif 2,14; 95% CI 1,11–3,85; p=0,017) dan kulit hitam (2,28; 1,00–4,60; p=0,034) lebih berisiko daripada anak-anak kulit putih. Sebanyak 82 (85%) anak memiliki fitur fokus (paling sering hemiparesis) pada penyajian fitur. Kejang sering terjadi pada anak-anak yang lebih mud­a (< 1 tahun) dan sakit kepala lebih serin­g terjadi pada anak yang lebih tua (> 5 tahun, p<0,0001). Setidaknya, satu penderita AIS anak-anak dapat teridentifikasi pada 80 (83%) kasus.

Usia dan kelompok ras, tetapi bukan jeni­s kelamin berpengaruh meningkatkan risiko terkena AIS sejak anak-anak. Penelitian ini mungkin dapat dijadikan sebagai pencegaha­n dini.


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish