PRIVILEGE CARD™ Medika

1.Member PCM dibuat sebagai bentuk apresiasi pengabdian untuk tenaga medis di seluruh Indonesia. 2. Sebagai bentuk mobilitas tinggi yang diberikan oleh PT Medika Media Mandiri untuk semua tenaga medis di seluruh Indonesia. 3. Memfasilitasi pendukung dalam pemenuhan kebutuhan resertifikasi tenaga medis di seluruh Indonesia.

Edisi Juni 2016

Segera berlangganan dan dapatkan keuntungan menarik lainnya!
camera slider joomla

Meski sering dikaitkan, mual dan muntah tak selalu berhubungan dengan masalah saluran cerna. Sejumlah gangguan gastro­intes­tinal seperti infeksi, inflamasi, dan obstruk­si memang sering menimbulkan mual muntah, namun penyakit non-saluran cerna seperti infark miokardium, motion sickness, keganasan, hingga masalah psikiatrik juga dapat menimbulkan mual muntah. Selain itu, mual muntah juga telah menjadi perhatian utama  penanganan pascaoperasi, kemotera­pi, dan radioterapi, serta menjadi masalah “lazim” selama kehamilan.1,2

Pada dasarnya, mual dan muntah ialah respo­ns protektif lambung dan usus terhadap zat toksik guna mencegah absorpsi toksin tersebut lebih lanjut. Muntah (emesis) didefinisikan sebagai ekspulsi oral isi gastrointestinal, sementara mual (nausea) ialah sensasi subjektif ingin muntah.1,2 Proses terjad­inya emesis pun sangat kompleks serta melibatkan banyak reseptor muntah yang tersebar di berbagai organ.

Emesis dimulai dengan fase pre-ejeksi, yakni relaksasi otot gaster dan retroperistalsis, yang dilanjutkan dengan fase peregangan. Tahap kedua ini melibatkan kerja ritmis dari otot-otot respiratorik serta kontraksi otot abdo­minal, interkostal, dan diafragma sebagai respons dari penutupan glotis. Pada fase terakhir, fase ejeksi, terjadilah kontraksi kuat otot abdominal dan relaksasi sfingter eso­fageal atas sehingga makanan keluar melalui mulut.

Selain memahami proses mekanik tersebu­t, muntah juga perlu dipandang dari aspek neurosains. Muntah diatur oleh pusat muntah, yaitu formasio retikularis lateralis, yang berdekatan dengan chemoreceptor trigge­r zone (CTZ) di area postrema, di dasar ventrikel keempat dan nukleus traktus solitari­us nervus vagus. Untuk sampai ke lokasi sentral tersebut, sinyal muntah akan ditrans­misikan melalui dua jalur utama: (1) sinyal dari pencernaan yang akan nervus vagu­s cabang traktus solitarius, dan (2) dari aferen splanknikus yang berjalan melalui medula spinalis. Input lain juga diperoleh dari aparatu­s vestibularis yang sering terjadi pada kasus motion sickness atau gangguan vestibular lain.2

Proses transmisi sinyal ke pusat muntah melibatkan beberapa neurotransmiter (dan reseptornya) yang kini menjadi target peng­obat­an. Beberapa yang diketahui ber­peran pen­ting antara lain serotonin (5-hidrok­sitrip­tamin-3 atau 5-HT3), opioid, serta dopamin (D2) pada CTZ. Reseptor untuk enkefalin, hista­min, asetilkoline, dan 5-HT3 ditemukan sangat dominan pada traktus solitario­us.2,3

Masing-masing penyebab muntah memili­ki jalur dan sinyal yang berbeda untuk menyebabkan muntah. Pada kasus muntah akibat kemo- atau radioterapi, sebagai contoh, paparan zat radikal bebas akan mengaktiv­asi sel-sel enterokromafin pada saluran cerna sehingga terjadi pelepasan 5-HT yang selanjutnya menstimulasi reseptor 5-HT3 pada neuron aferen vagus. Uniknya, masing-masing agen sitotoksik tersebut da­pa­t menyebabkan pola muntah yang berbeda. Cisplatin, misalnya, sering menyebabkan muntah dengan pola bifasik: awitan akut (puncak pada 4 jam) dan muncul lagi pada 48-72 jam, sementara siklofosfamid dan carbopla­tin menyebabkan muntah awitan lambat (6-10 jam pascaterapi). Pemahaman tentang neurotransmiter inilah yang menjadi dasar untuk pengembangan agen antiemetik saat ini dan, mungkin, masa depan.2,3

Selain menjadi jalur poten untuk mual muntah akibat kemoterapi dan terapi radiasi, reseptor 5-HT3 juga berperan pada muntah yang terjadi pascaoperasi, beberapa kasus motion sickness, bahkan gastroenteritis. Ondansetron adalah salah satu obat golongan ini yang telah banyak dipakai dan diteliti efikasinya.

 

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.


Translate

English French German Italian Portuguese Russian Spanish