steroids
Banner
Translate
Edisi No 08 Vol XXXVI - 2010 - Kegiatan

NAC Memberikan Harapan Baru Bagi Pasien Reumatik

Reumatik merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai baik di tempat praktik maupun di rumah sakit yang tidak dipengaruhi faktor usia, gender, tingkat sosial dan ekonomi. Meskipun telah terjadi kemajuan dalam pengetahuan tentang mekanisme penyakit reumatik serta pengobatannya, tetapi sebagian besar penderita tidak mendapat pengobatan yang tepat untuk mengatasi keluhan maupun penyakitnya.

Lebih lanjut, sekarang makin disadari bahwa diagnosis dan panatalaksanaan penyakit reumatik memerlukan perhatian yang lebih besar.

1008-keg-zambon-NACPada Pertemuan Ilmiah Reumatologi yang diselenggarakan di Hotel Sunan 2 - 4 Juli 2010, Prof DR. Dr. Zainal Arifin, selaku ketua panitia, menerangkan hal yang perlu diketahui oleh dokter umum maupun spesialis tentang patogenesis penyakit reumatik degenaratif, dan cara-cara terbaru dalam penatalaksanaannya serta akibat penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) yang sering kurang tepat seperti misalnya perdarahan lambung, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan fungsi hati. Menurut Guru Besar FKUNS tersebut dalam makalahnya yang berjudul The Principle of Medical Treatment in Rheumatic Diseases Focused Leflunomide Therapy, Artritis Reumatoid (AR) adalah penyakit radang sendi (artritis inflamatif) dengan prevalensi 0,3-1,5% dari populasi . AR ditandai dengan gejala klinis nyeri dan pembengkakan sendi  selanjutnya diikuti erosi sendi,  kerusakan sendi, dan gangguan fungsi sendi yang menetap. Rekomendasi disease modifying anti-rheumativ drug (DMARD) merupakan  terapi utama  pada penyakit AR untuk mengontrol aktivitas penyakit, mencegah kerusakan sendi, dan menekan progresifitas. Menurut dokter spesialis penyakit dalam tersebut, terapi DMARD pada AR dimulai bila sudah terjadi erosi sendi atau pada penyakit yang progresif. Berbagai obat baru juga telah direkomendasi sebagai DMARD.

Dr. H. Gunawan Subrata, MBA dalam makalahnya yang berjudul Update The Role of Antioxidant in The Rheumatic Diseases menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan bukti yang menunjukkan  inflamasi dan stres oksidatif berhubungan erat dan berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit pada manusia termasuk penyakit autoimmune rematik (ARD/ autoimmune rheumatic diseases).

Pemahaman yang lebih baik mengenai asal dan akibat dan sindrom inflamasi sistemik kronik dan terapi potensial akan memberikan hasil perawatan  yang lebih baik dari pasien rematik dan sekaligus mengobati penyakit penyerta/  co-morbidities. Bila menjumpai pasien dengan usia > 40 tahun yang merokok lebih dari 10 tahun maka dokter harus mencari tanda-tanda sindrom inflamasi dan menilai sistem kardiovaskular, pernapasan, dan metabolik pada waktu yang bersamaan. Tidak hanya dokter harus setuju untuk mengubah cara pendekatan diagnosis dan pengobatan penyakit inflamasi kronik tetapi healthcare system juga harus ditingkatkan. Pemberian antioksidan, di samping standar pengobatan rematik, terutama pada orang glamur seringkali sangat dibutuhkan mengingat pada stres oksidatif, sel dan jaringan mengalami ketidak seimbangan aktivitas oksidan dan anti oksidan, di mana tubuh mengalami kekurangan antioksidan. NAC memiliki efek kemopreventif dengan mekanisme yang multipel dan dapat memberikan proteksi terhadap berbagai mutagen dan karsinogen.  Penambahan dan dosis tinggi NAC pada pengobatan standar penyakit rematik memberikan “harapan baru” bagi pasien untuk memperbaiki kualitas hidup pada penyakit rematik serta diharapkan dapat mengurangi aktivitas penyakit, menurunkan ketidak mampuan dan mencegah kerusakan struktur sendi. Selain itu, juga merupakan tantangan bagi dunia kedokteran agar terus melakukan uji klinik lebih lanjut untuk membuktikan efikasi klinik, keamanan antioksidan, dan anti-inflamasi dalam pengelolaan nyeri.

Saat ini, di Indonesia NAC orisinil dari Zambon S.p.A. Itali tersedia dalam 8 bentuk sediaan oral, ampul untuk inhalasi atau intra vena, dan infus sehingga memudahkan pilihan dokter dan pasien. Sediaan tersebut yaitu ada 6 bentuk sediaan oral NAC dengan rasa yang enak tersedia : FLUIMUCIL 100mg dan FLUIMUCIL 200mg Granule dalam sachet, FLUIMUCIL 200mg kapsul, FLUIMUCIL Dry Syrup (sirup kering) dalam botol 75 ml dan 150 ml, FLUIMUCIL tablet effervesent 600mg ; FLUIMUCIL Inhalation Ampul 10% 300mg NAC/3ml untuk pemberian secara inhalasi dengan nebuliser atau fluimucil ampul 3 ml juga dapat diberikan secara intra vena dan HIDONAC Infus 20% 5 gram NAC/25m.

Menurut Nyoman Kertia dari Bag Rheumatologi FKUGM seorang dokter harus cermat mengetahui apakah nyeri reumatik itu disebabkan oleh inflamasi atau penyebab lain. Saat ini obat-obat anti inflamasi sudah menjadi obat yang paling banyak diresepkan di seluruh dunia dengan berbagai manfaat dan juga berbagai efek sampingnya. Pengelolaan nyeri dalam bidang reumatologi bertujuan untuk  mencapai kualitas hidup yang baik, bebas dari rasa nyeri dan bebas dari komplikasi lebih jauh akibat nyeri dengan cara tidak hanya menekan rasa nyerinya, namun juga menghilangkan penyebabnya.   (zainul kamal)
 
Banner
Banner
http://truberx.com/?search=xnxx&x=0&y=0 red tube porn order dapoxetine
hamster porn price jelly HQ PORN X mature porn movies XXX daredorm