| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Kegiatan |
Surya Dermato Medica Laboratories Tunjukkan Dedikasinya terhadap Kesehatan Kulit

Penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia) selalu ditunggu-tunggu. Tahun ini, acara tahunan itu diadakan di Hotel Sol Elite Marbella, Banten, dan diselenggarakan oleh PERDOSKI Cabang Banten. Acara yang berlangsung pada 29-31 Oktober 2009, itu diketuai oleh Dr. SC Kurniati, SpKK(K), dari Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Layaknya perhelatan akbar PERDOSKI, acara kali ini pun ramai dikunjungi oleh para ahli kulit kelamin dan pengunjung lainnya. Secara umum, penyelenggaraan kali ini dapat dikatakan berhasil.
Selain para dokter umum dan dokter spesialis, acara ini juga diramaikan oleh perusahaan farmasi sebagai partisipan. Selain mempromosikan produkproduknya, mereka juga membawa informasi tentang penelitian dan pengembangan terbaru di bidang dermatofarmaka, baik topikal, oral, maupun suntik. Salah satu perusahaan farmasi yang berpartisipasi pada acara yang dibuka oleh Dr. Titi Lestari Sugito, SpKK(K), Ketua Umum PP PERDOSKI, itu adalah PT SDM atau Surya Dermato Medica Laboratories. SDM adalah salah satu perusahaan farmasi nasional yang menekuni produk-produk bidang kesehatan kulit (dermatologi).
Dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan perusahaan lokal berbasis riset ini tidak diragukan lagi. Banyak produk SDM ditujukan bagi masalahmasalah kesehatan kulit, antara lain jerawat (acne vulgaris) dan melasma. Produk unggulan SDM untuk melasma adalah kombinasi hidrokuinon 4%, tretinoin 0,05%, dan fluocinolone acetonide 0,01%; sediaan topikal yang dikenal dengan nama dagang Refaquin. Saat ini, refaquin adalah satu-satunya produk yang baru teregistrasi dan berisi 3 sediaan untuk kasus-kasus melasma.
Secara gambling, produk ini direkomendasikan bagi melasma. Indikasinya jelas, yaitu untuk pengobatan jangka pendek melasma sedang sampai berat pada wajah. Kontraindikasi pemakaian adalah pasien dengan riwayat alergi (hipersensitif) terhadap bahan-bahan obat ini. Perlu diketahui bahwa karena krim Refaquin mengandung kortikosteroid maka tidak dianjurkan dipakai dalam jangka panjang (terapi pemeliharaan). Selain itu, selama pemakaian, pasien disarankan tidak terpapar cahaya matahari.
Obat ini efektif bila digunakan secara tepat. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis kulit kelamin sebelum menggunakannya. Sebagai saran, krim tidak dianjurkan dipakai di sekitar mata, hidung, dan sudut mulut karena lapisan mukosa lebih sensitif. Bila sampai terjadi iritasi lokal, pasien diharapkan menghubungi dokternya.
Secara evidence based medicine, kombinasi hidrokuinon, tretinoin, dan fluocinolone acetonid memang memberikan keluaran klinis paling baik dibandingkan kombinasi hidrokuinon dan tretinoin saja, atau hidrokuinon dan fluocinolone acetonid saja, atau tretinoin dan fluocinolone acetonid. Hal itu sesuai dengan penelitian yang dilakukan terhadap 641 subjek oleh Taylor SC yang dipublikasikan pada jurnal Cutis pada 2003.
Untuk mengatasi melasma, refaquin digunakan pada malam hari 30 menit sebelum tidur setelah wajah dibersihkan. Pada pagi hari disarankan menggunakan tabir surya SPF 30 dan topi bertepi untuk melindungi area yang diterapi dari sinar matahari. Hasil pengobatan akan terlihat dalam 4 minggu. Efek samping mungkin saja timbul, tapi biasanya ringan dan jarang. Keunggulan obat ini adalah hanya dipakai satu kali sehari (malam hari sebelum tidur). Pemakaian satu kali sehari tentu saja akan meningkatkan compliance pasien.
Obat produksi SDM yang juga sangat terkenal adalah Melanox Premium. Produk ini ditujukan bagi pasien yang memiliki masalah noda gelap akibat bekas jerawat, age spot, dan pigmentasi akibat efek buruk sinar matahari. Secara umum, bila krim Melanox dipakai secara tepat maka hasilnya adalah meratanya kulit dalam 2-4 minggu. Hal itu disebabkan kandungan aktifnya yang terdiri dari retinol, derivate resorcinol, asam laktat, dan vitamin E.
Kedua produk unggulan ini semakin membuktikan peran SDM dalam kancah dermatofarmaka di Indonesia. Semoga di waktu mendatang kita dapat melihat berbagai produk unggulan terbaru SDM hasil riset biomedis dan klinis yang terpercaya. Secara khusus, kita boleh menyampaikan rasa bangga terhadap PT SDM, sebuah perusahaan berbasis riset dermatologi negeri sendiri (nasional) yang mampu bertahan di tengah persaingan berbagai perusahaan dermatologi (kosmetik) asing. Dengan menggunakan produk dalam negeri, kita akan mengembangkan industri farmasi tanah air. (Aswin)






