| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Profil |
Marian Verbruggen, PhD,
Kepala Riset Frutarom yang Menyukai Kegiatan di Alam Bebas
Salah satu pembicara dari luar negeri dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia adalah Marian Verbruggen, PhD. Kehadiran Verbruggen, demikian namanya akrab disapa, di Hotel Novotel Mangga Dua akhir Oktober lalu memang mencuri perhatian. Beberapa pakar osteoporosis Indonesia sempat berbincang dengannya, antara lain Prof. DR. Dr. Ichramsyah A. Rahman, SpOG-Kfer; Prof. Dr. Errol Untung Hatagalung, SpOT-K; dan Dr. Nicholaas Budhiparama, SpOT, FICS. Mengapa kehadirannya memberi cerita tersendiri dalam PIT PEROSI kali ini? Marilah simak hasil wawancara MEDIKA dengan perempuan berusia 40-an itu seusai simposium.
Verbruggen adalah peneliti senior di Frutarom, sebuah perusahaan besar di Eropa yang memproduksi zat-zat makanan bagi bahan baku suplemen atau obat. Perempuan yang tinggal di kawasan Renkum, Belanda, ini mendapatkan gelar master (MSc) dalam bidang Food Science and Technology di Wageningen University dan menggondol gelar doktor (PhD) di bidang Food Science di universitas yang sama. Fokus perhatian Verbruggen adalah bahan makanan untuk kesehatan.
“Saya sangat menyukai penelitian terhadap bahan makanan yang memiliki manfaat terhadap kesehatan, misalnya kesehatan tulang,” papar Verbruggen. Selain makanan untuk kesehatan, Verbruggen juga gemar bereksperimen dalam ekstraksi berbagai bahan makanan untuk bahan baku obat atau suplemen. “Gizi adalah bagian dari kebutuhan manusia,” sahut Verbruggen. “Di samping obat, zat-zat gizi juga perlu diteliti evidence-nya terhadap kesehatan manusia,” tegas perempuan yang hobi kegiatan di alam bebas ini. Bagi perempuan yang berkecimpung dalam penelitian selama hampir separuh usianya ini, pengkajian terhadap zat gizi amatlah menarik. Eksperimen membuatnya selalu bersemangat.
Usai meraih gelar PhD, Verbruggen memilih karier dengan bekerja di perusahaan farmasi besar bernama Frutarom. Sebagai kepala bidang riset dan regulasi produk, ia banyak berhubungan dengan berbagai pihak, termasuk para dokter. Baginya, pekerjaannya sangat menyenangkan dan suaminya pun memberikan dukungan yang sangat besar. “Pekerjaan suamiku adalah akademisi dan peneliti di Wageningen University. Kami saling mengerti karier satu sama lain,” ucapnya sambil tersenyum. Perempuan yang berambut pendek ini juga mengatakan bahwa di tengah-tengah kesibukannya, ia masih dapat menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik, juga melaksanakan hobinya, antara lain naik gunung (hiking), naik sepeda, naik kano (kayaking), dan berkebun. “Saya suka kegiatan di alam bebas,” ceritanya dengan riang.
Sebagai seorang peneliti, ia memiliki beberapa fokus yang menjadi perhatiannya selama bertahun-tahun. Sejak mengikuti kursus orthomolecular medicine tahun 2000, ia banyak melaksanakan penelitian dan pengkajian terhadap bahan makanan untuk kekuatan tulang. Pada kunjungannya yang pertama ke Indonesia ini, ia mempresentasikan hasil kajian terhadap Soy Germ (Daidzein 50-70%), Isoflavone yang memiliki manfaat bagi pencegahan osteoporosis primer dan gejala-gejala lain pada perempuan pascamenopause. “Terus terang, penelitian terhadap Isoflavone menarik perhatian saya sejak lama,” ucap Verbruggen. “Bahan makanan ini sangat aman dan memang terbukti berkhasiat secara evidence based medicine terhadap penurunan risiko fraktur pada perempuan pasca-menopause,” tambahnya.
Verbruggen menjelaskan bahwa Isoflavone sejak lama sudah terbukti secara klinis menggantikan peran estrogen dalam pencegahan fraktur osteoporosis primer. “Kita tentu mengetahui bahwa HRT (Hormone Replacement Therapy) menggunakan estrogen harus disertai kewaspadaan yang sangat tinggi terhadap risiko kanker payudara,” terang Verbruggen. Melalui Soy Germ (Daidzein 50-70%), terapi menjadi lebih mudah, aman, dan rasanya pun enak bila dimakan. “Kandungan Isoflavone-nya sangat tinggi dan poten,” tambah perempuan yang mengagumi keramahtamahan penduduk Indonesia ini.
Menurut hasil penelitiannya, dijelaskan bahwa tidak semua Isoflavone sama. Soy Life (Soy Germ- Daidzein 50-70%) yang merupakan bahan konsentrat dari Isoflavone dan memberikan manfaat untuk kesehatan tulang, lebih superior dibandingkan yang lain, karena menghasilkan “METABOLIT EQUOL”. PT Interbat meluncurkan produk baru OSSOVIT PLUS dengan salah satu komposisinya terdiri dari zat tersebut di atas. (Aswin)







