| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Fokus |
Klorheksidin Glukonat, Berperan dalam Mencegah Infeksi Nosokomial
DIAH MARTINA
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Infeksi nosokomial (IN) masih menjadi masalah global hingga saat ini. Tak hanya di negara berkembang, setidaknya dua juta IN terjadi di Amerika Serikat. Data yang disajikan oleh Central for Disease Control (CDC) menunjukkan sekitar 5% pasien memiliki gejala klinis IN akut, 8% kronis, dan 70 % post-operatif. Sumber IN yang paling utama di antaranya adalah infeksi saluran kemih, saluran napas bawah, infeksi luka operasi, dan septikemia primer. Akibatnya, lama rawat menjadi lebih panjang, angka kematian meningkat, dan biaya rawat menjadi sangat tinggi. Biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk mengatasi IN di Amerika Serikat, misalnya, mencapai angka $4,5 milyar per tahun. Ironisnya, setidaknya sepertiga kasus IN ini adalah kasus yang dapat dicegah.1
Karena higiene tangan merupakan komponen yang paling mendasar dalam pencegahan suatu infeksi nosokomial di rumah sakit maka pada 2002 lalu CDC telah menetapkan sebuah panduan untuk higiene tangan pada pelayanan kesehatan. Dalam panduan ini, selain dijelaskan mengenai cara menjaga higiene tangan, dibahas pula mengenai cara memilih sediaan dan jenis antiseptik yang baik. Tiga jenis sediaan yang tersedia saat ini adalah sabun non-medicated, sabun medicated (antiseptik dan surgical hand wash), serta hand rub berbahan dasar alkohol. Surgical hand wash (Eropa) atau surgical hand scrub (Amerika Serikat) adalah cara membersihkan tangan dengan sabun antimikroba dan air, sedangkan hand rub atau surgical hand disinfection adalah penggunaan hand rub berbahan dasar alkohol pada tangan yang kering, tanpa menggunakan air.1







