| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Artikel Penelitian |
Tinjauan Akses Sarana Kesehatan dan UKBM terhadap Kematian Neonatal di Indonesia
MUGENI SUGIHARTO
Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Surabaya
Abstract
This is a descriptive study to evaluate the access to government and community based health facilities in Indonesia. Data from Basic Health Research in 2007 were used for this study, with a focus on households who located < 1 km from health facilities.
We found that 47,6% households were < 1 km from government health facilities or 78,9% located < 1 km from community based health services, although from province point of view, only 15 provinces that had >50% households less <1 km from health facilities. However even in those households, only 57,6% of neonates age 1-7 days and 42,4% neonates age 8-28 days that had health services. This means, that beside physical access barrier we still found economic and socio cultural barriers.
Keywords: access, neonatus
Abstrak
Penelitian ini mengkaji akses menuju sarana kesehatan dan UKBM serta hubungannya dengan kematian neonatal di Indonesia. Data yang dipergunakan berasal dari Riset Kesehatan Dasar 2007. Fokus analisis dilakukan pada rumah tangga yang berjarak < 1 km dari sarana kesehatan. Analisis menunjukkan bahwa sebanyak 47,6% rumah tangga berjarak < 1 km dari sarana pelayanan kesehatan, atau 78,9% berjarak < 1 km dari UKBM. Artinya, distribusi pelayanan kesehatan cukup merata, meskipun dilihat per propinsi baru 15 propinsi yang >50% rumah tangganya berjarak < 1 km dari sarana pelayanan kesehatan. Namun, pada rumah tangga yang jaraknya dekat dengan sarana kesehatan itu, hanya 57,6% neonatus 1-7 hari dan 42,4 % neonatus umur 8-28 hari yang memeriksakan ke pelayanan kesehatan. Artinya, di luar akses fisik, masih ada persoalan ekonomi dan sosio budaya yang perlu diatasi.
Kata Kunci: akses, neonatal
(Mugeni Sugiharto, Medika 2009, Tahun ke XXXV, No. 12, p. 824-830)







