Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Artikel Penelitian

Perbandingan antara C-Reactif Protein dengan Laju Endap Darah sebagai Marker Inflamasi pada Infeksi Malaria Akut

ANIK WIDIJANTI, ARI PUTRIANI, IRWAN SATYAPUTRA

Laboratorium Patologi Klinik RSU Dr. Saiful Anwar/FK Unibraw, Malang

Abstract

Malaria is still a community health problem in Indonesia. The disease is caused by Plasmodium and produces a inflammatory reaction. Erythrocyte sedimentation rate (ESR) and C reactive protein (CRP) were often used markers to study inflammatory reaction. It would be useful therefore to compare the role of erythrocyte sedimentation rate (ESR) and C reactive protein (CRP) in acute attack of malaria. Cross sectional study was conducted in 57 patients suffering acute malaria (49 men and 8 women) with symptoms fever (> 48 hours), chill, and sweating. The control was conducted in 13 healthy patients (9 women and 4 men). Patients also underwent for ESR, CRP, and peripheral blood evaluation for malaria parasites. We applied Mc Nemar test to determine sensitivity, specificity, positive predictive value, and negative predictive value.

In acute attack of malaria the ESR and CRP gave sensitivity, specificity, PPV and NPV, about 51%, 69%, 88%, 24% and 96%, 77%, 95% and 83% respectively. We concluded that although CRP and ESR are not specific markers for acute attack of malaria, CRP is more sensitive than ESR as a marker inflammation in acute attack of malaria.

Keyword: ESR, CRP, malaria  

Abstrak

Malaria masih merupakan problem klinik di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh plasmodium dan menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi dalam tubuh. Di antara peneliti yang mempelajari reaksi inflamasi, banyak menggunakan laju endap darah (LED) dan CRP (C reaktif protein) sebagai marker. Kami ingin membandingkan peranan LED dan CRP pada infeksi malaria akut.

Penelitian cross sectional dilakukan terhadap 57 penderita (49 pria dan 8 wanita) yang mengalami febris lebih dari 48 jam dengan gejala klinis malaria akut (demam, menggigil, dan berkeringat). Sebagai kontrol diambil dari 13 orang normal (9 wanita dan 4 pria). Sampel darah penderita diperiksa untuk LED, CRP, dan evaluasi malaria pada darah tepi. Perhitungan nilai diagnostik dengan uji Mc Nemar.19

Dari hasil penelitian didapatkan nilai sensitivitas, spesifisitas, nilai ramal positif, nilai ramal negatif LED dan CRP berturut-turut adalah 51%, 69%, 88%, 24%, dan 96%, 77%, 95%, dan 83%. Sensitivitas dan spesifisitas LED lebih rendah dibanding CRP sebagai marker inflamasi pada infeksi malaria akut. Meskipun demikian, keduanya bukan marker spesifik untuk infeksi malaria akut, tetapi merupakan marker inflamsi secara umum.

Kata Kunci: ESR, CRP, malaria

(Anik Widijanti dkk., Medika 2009, Tahun ke XXXV, No. 12, p. 818-821)

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.
 
Banner