| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Saripati |
Kehamilan Remaja dan Kerugian Sosial: Analisis Sistem Uji Coba Terintegrasi dan Studi Kualitatif
Harden A, Brunton G, Fletcher A, Oakley Ann BMJ 2009;339:b4254 Published 12 November 2009
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dampak kehamilan remaja atas intervensi yang menyebabkan kerugian sosial karena menjadi orang tua lebih dini dan menilai kelayakan beberapa intervensi untuk anak muda di Inggris. Penelitian ini mengunakan desain analisis sistem, termasuk uji statistik meta-analisis atas uji coba terkontrol pada intervensi untuk menjadi orang tua lebih dini dan sintesis tematik atas studi kualitatif yang menyelidiki pandangan atas menjadi orang tua lebih dini pada anak muda yang tinggal di Inggris. Data penelitian ini bersumber dari data base 12 bibliografi elektronik, lima jurnal kunci, daftar referensi studi yang relevan, penulis studi, dan pakar dalam bidang ini. Metode review dalam penelitian ini yakni dua independent reviewer menilai kualitas metodologis studi dan abstraksi data. Sepuluh uji coba terkontrol dan lima studi kualitatif dimasukkan dalam penelitian ini. Uji coba terkontrol dievaluasi baik intervensi pengasuhan anak dini atau program pengembangan kaum muda. Analisis ini menunjukkan bahwa angka kehamilan remaja 39% lebih rendah di antara individu yang menerima intervensi daripada mereka yang menerima praktik standar atau tidak ada intervensi (risiko relatif 0,61; 95% CI 0,48 - 0,77). Tiga tema utama berhubungan dengan menjadi orang tua dini muncul dari studi kualitatif: tidak suka sekolah; keadaan yang miskin secara materi dan masa anak-anak yang tidak bahagia; serta harapan masa depan yang rendah. Perbandingan tiga faktor ini pada kehamilan remaja dengan isi program digunakan dalam uji coba terkontrol ini mengindikasikan bahwa baik intervensi masa kanak-kanak awal dan program pengembangan anak muda merupakan starategi yang perlu untuk mengurangi kehamilan remaja yang tidak disengaja. Program bertujuan untuk mempromosikan keterlibatan dengan sekolah melalui pembelajaran dukungan, memperbaiki masa kanak-kanak yang tidak bahagia melalui bimbingan dan dukungan sosial, serta meningkatkan aspirasi melalui pengembangan karier dan pengalaman kerja. Bagaimanapun, tidak ada satu pun pendekatan ini menangani secara langsung keseluruhan masyarakat, komunitas, dan faktor-faktor tingkat keluarga yang mempengaruhi perjalanan orang muda menjadi orang tua yang lebih dini. Analisis ini, meskipun kecil, mendukung efektivitas dan kesesuaian intervensi awal masa kanak-kanak dan program pengembangan pemuda untuk mengurangi kehamilan remaja yang tidak disengaja. Penggabungan temuan, baik dari uji coba terkontrol maupun studi kualitatif, menyediakan bukti yang kuat untuk memberi informasi kebijakan masyarakat yang efektif.






