| Edisi No 12 Vol XXXV - 2009 - Dari Redaksi |
Hari Kesehatan Nasional: Lingkungan Sehat Rakyat Sehat
Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap tahun pada 12 November. Tahun ini tema yang diangkat adalah “Lingkungan Sehat Rakyat Sehat.” Tema ini diangkat mengingat kondisi lingkungan yang semakin memburuk akhir-akhir ini. Kondisi lingkungan yang buruk ini menjadi tempat yang “nyaman” bagi kuman penyebab penyakit dan memungkinkan agen ini tumbuh subur. Akibatnya, berbagai penyakit yang menurunkan status kesehatan masyarakat mewabah.
Kita lihat saja penyakit demam berdarah, penyakit yang mematikan ini tumbuh subur di tempat-tempat yang kondisi lingkungannya kurang terpelihara. Genangan air, tumpukan barang bekas, atau bahkan bak mandi menjadi tempat jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Jentik nyamuk ini bukan hanya ada di tempat yang kotor, namun juga di tempat-tempat yang kelihatannya bersih, seperti di tampungan air dispenser, di bawah pot bunga, dan di vas-vas bunga.
Memutus daur hidup nyamuk perantara penyakit ini tidaklah sulit. Yang susah dilakukan adalah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan tindakan itu. Pemerintah tidak kurang menggembar-gemborkan kampanye 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Namun, masyarakat yang tidak tergerak kesadarannya, tetap tidak bergeming atas anjuran tersebut. Kalaupun ada masyarakat yang tergerak melakukan anjuran tersebut, masih perlu dilatih agar melakukan tindakan itu dengan benar. Misalnya, bagaimana menguras bak mandi yang benar: apakah hanya sekadar dikuras tanpa disikat dengan bersih. Masyarakat pun harus diberitahu agar menyikat menggunakan sabun untuk membunuh jentik-jentik nyamuk yang mungkin menempel di permukaan dinding bak mandi. Demikian juga dengan teknis menutup dan mengubur. Masyarakat juga harus dibekali kiat mengatasi minimnya lahan untuk mengubur.
Kelihatannya, memberikan edukasi pada masyarakat merupakan hal yang tidak berguna, namun kegiatan itu memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana berperilaku yang benar secara higiene. Hal ini juga sesuai dengan anjuran Presiden bahwa pembangunan kesehatan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan harus memperhatikan kegiatan promotif dan preventif yang sejalan dengan kegiatan kuratif dan rehabilitatif. Memberikan edukasi kepada masyarakat merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang efektif.
Selain melakukan edukasi, beberapa kegiatan lain yang bersifat promotif dan preventif juga perlu dilakukan untuk mencapai lingkungan yang sehat. Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah Sanitasi Total Berbasis Mayarakat (STBM) yang meliputi berhenti buang air besar sembarangan, membiasakan mencuci tangan memakai sabun, mengelola air minum dan makanan dalam rumah tangga dengan baik, mengelola sampah rumah tangga, serta mengelola limbah cair.
Dengan kegiatan STBM ini diharapkan lingkungan masyarakat menjadi lebih sehat sehingga berbagai penyakit dapat dicegah dengan baik. Lingkungan sehat rakyat sehat. Redaksi






