| Edisi No 07 Vol XXXV - 2009 - Artikel Penelitian |
Efektivitas Insektisida Malathion Dalam Pengendalian Nyamuk Aedes aegypty di Kota Bau-Bau, 2007
RIDWAN AMIRUDDIN1, SYAFARUDDIN2
1Jurusan Epidemiologi FKM, Unhas
2Dinkes Kendari
Abstract
The aim of study was to analyse the difference amount mortality Aedes aegypti mosquito according to variation of dosage malathion and time exposured and analyse resistance Aedes aegypti mosquito to used dose malathion and analyse budget to making each dosage malathion. The research joint us with Enviromental Health Technique Hall Laboratory Comunicable Disease Control Department of Health RI Macassar. Metode used is The Bottle Bioassay Test Rekomendation of CDC 2002. The sample test as much 400 adult Mosquito Aedes aegypti. The finding through intallation ovitrap in people home.in Tomba village Bau-Bau City hereinafter egg and larva to looked after and after an adult Mosquito to bring in Laboratoty Health Buton Regency Buton in Bau-Bau city. The test as much two test.
The result of this research indicate to killing 100% Mosquito test for dosage 4.13% and 4.32% in 20 minutes; dosage 4.52% dan 4.75% in 15 minutes and dosage 5% in 10 minutes. Pursuant to WHO the Mosquito test still susceptibility or not yet resistance to malathion. Analyse difference amount to killing Aedes aegypti pursuant time exposure with Oneway Anova test at group dosage 4.13% p value = 0.000; dosage 4.32% p value = 0.000; dosage 4.52% p value = 0.001; dosage 4.75% p value = 0.002; and dosage 5% p value = 0.020 meaning difference amount to killing Aedes aegypti according time exposure at each dosage group. Analyse difference to killing Aedes aegypti pursuant time dosage malathion with Oneway Anova test at group 5 minutes p value = 0.001 at 10 minutes p value = 0.000 at 15 minutes p value = 0.001 meaning difference amount to killing Aedes aegypti according dosage malathion at each time exposure group. The expected in fogging to used variation dosage and to improving time exposure example to cloce window and door to improved amount killing mosguito Aedes aegypti.
Keywords: Bioassay, Aedes aegypti, malathion, susceptibility.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti menurut dosis malathion dan lama kontak, serta menganalisis resistansi nyamuk Aedes aegypti terhadap malathion. Penelitian ini bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pemberantasan Penyakit Menular (BTKL P2M) Kelas 1 Makassar. Metode yang digunakan adalah The Bottle Bioassay Test rekomendasi CDC 2002. Sampel berjumlah 400 ekor nyamuk Aedes aegypti yang terdiri dari 200 ekor nyamuk untuk kelompok uji dan 200 ekor nyamuk untuk kelompok kontrol yang berasal dari populasi yang sama. Sampel didapatkan melalui pemasangan ovitrap di rumah penduduk di Kelurahan Tomba, Kota Bau-Bau. Selanjutnya, telur dan jentik dikembangbiakkan dan setelah dewasa dibawa ke Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Buton di Bau-Bau. Pengujian dilakukan sebanyak 2 kali.
Hasil penelitian menunjukkan kematian 100% nyamuk uji untuk dosis 4,13% dan 4,32% pada menit ke-20; dosis 4,52% dan 4,75% menit pada ke–15; dan dosis 5% pada menit ke-10. Berdasarkan kriteria WHO, nyamuk uji masih rentan atau belum resistan terhadap malathion. Analisis perbedaan jumlah kematian nyamuk berdasarkan lama kontak dengan Uji Oneway Anova, pada dosis 4,13% nilai p = 0,000; pada dosis 4,32% nilai p = 0,000; dosis 4,52% nilai p = 0,001; dosis 4,75% nilai p = 0,002; serta dosis 5% nilai p = 0,020. Ini berarti, ada perbedaan jumlah kematian nyamuk menurut lama kontak pada kelompok dosis 4,13%; 4,32%; 4,52%; 4,75%; dan 5%. Analisis perbedaan jumlah kematian nyamuk berdasarkan dosis malathion dengan Uji Oneway Anova pada kontak 5 menit nilai p = 0,001 pada kontak 10 menit; p=0,000 pada kontak 15 menit; nilai p=0,001 berarti ada perbedaan jumlah kematian nyamuk menurut dosis malathion pada kelompok lama kontak 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.
Diharapkan, dalam penyemprotan di lapangan dilakukan variasi dosis dan meningkatkan lama kontak antara nyamuk dengan malathion, seperti menutup jendela dan pintu rapat-rapat untuk meningkatkan kematian nyamuk DBD. Kata kunci: Bioassay, Aedes aegypti, malathion, susceptibility.
(Ridwan Amiruddin dan Syafaruddin, Medika 2009, Rahun ke XXXV, No. 7, p. 452–459)







