Efikasi Levofloksasin dan Erdostein dalam Penatalaksanaan PPOK Eksaserbasi Akut

 

Hayatun Nufus

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 

Akhir-akhir ini, terdapat peningkatan prevalensi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) di seluruh dunia. Seiring dengan hal itu, PPOK berdampak pada peningkatan angka kematian dan kesakita­n serta beban kesehatan yang tinggi. PPOK telah menyebabkan lebih dari 2,5 juta kematian di seluruh dunia pada 2000, dan diprediksi menduduki peringkat keempat penyebab kematian di Amerika Serikat, se­tela­h penyakit jantung, kanker, dan penyakit serebrovaskular pada 2020. Patogenesis PPOK meliputi proses hambatan udara jalan napas akibat inflamasi terhadap pajanan fakto­r risiko yang berlangsung secara kontinyu dan tidak sepenuhnya reversibel. Perokok aktif masih merupakan faktor risiko utama, selain penyebab lain berupa pajanan polusi lingkungan, infeksi, dan pajanan debu di tempat kerja. Tata laksana yang optimal diperlukan untuk mencegah progresivitas fungsi paru akibat PPOK yang mengalami eksaser­basi akut. Pemberian antimikroba yang tepat serta antiinflamasi dan mukolitik merupakan pilar utama untuk mencegah dan mengobati PPOK.

Sesuai dengan panduan dari Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD), PPOK merupakan penyakit pernapasan yang bersifat menahun, bersifat progresif memburuk, dan ditandai dengan gambaran obstruksi jalan napas yang tidak sepenuhnya reversibel. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan pernapasan, khususnya dalam stadium lanjut. Meski tidak sepenuhnya reversibel, PPOK dapat diatasi dan diobati untuk mencegah perburukan fungsi paru. Komponen utama dalam PPOK meliputi dua kondisi klinis sebagai penyebab hambatan jalan napas, yaitu bronkitis kronis dan emfisema. Bronkitis kronis ditandai denga­n adanya batuk produktif yang berlangsung minimal tiga bulan dalam selang waktu dua tahun berturut-turut. Penyebab lain dari batuk produktif kronik tersebut ha­rus disingkirkan lebih dahulu, misalnya asm­a ataupun infeksi tuberkulosis. Sementara itu, emfisema adalah proses patologi paru berupa pelebaran rongga udara distal dari bronkiolus terminal yang disertai desktruksi dinding alveol dan tanpa adanya fibrosis. Bronkitis kronis dan emfisema masih merupakan penyebab yang mendominasi patogenesis PPOK, meski di beberapa panduan kedua istila­h ini tidak dimasukkan lagi.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.