Optimalisasi Mikronutrien untuk Halau Anemia

 

MARIA F. DESLIVIA

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 

Anemia atau lebih dikenal kalangan awam sebagai keadaan kekurangan darah, merupakan masalah medik yang kerap dijumpai pada praktik pelayanan kesehatan primer. Secara fungsional, anemia didefinisikan sebagai penurunan jumlah mass­a eritrosit atau sel darah merah sehingga fungsi pengantaran oksigen ke jaringan perifer tidak dapat terlaksana dengan sempur­na.1 Dalam kerangka global, anemia berdampak negatif tidak hanya bagi kesehatan fisik, namun juga bagi kesejahteran sosial dan ekonomi.
Anemia sendiri bukan merupakan ke­sa­tua­n penyakit, melainkan gejala dari berbagai penyakit yang mendasari.1 Hal ini berimpli­kasi bahwa klinisi tidak dapat berhenti pada diagnosis anemia semata berdasar kriteria laboratoris, melainkan perlu menelusuri lebih jauh penyakit yang mendasari timbulnya keadaan tersebut. Secara garis besar, etiologi anemia sebagai berikut: gangguan pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang, perdarahan, hemolitik/penghancuran sel darah merah, dan penyebab lain yang tidak diketahui.

Tulisan ini terutama akan menyoroti ten­tan­g anemia yang berkaitan dengan defisien­si dari bahan esensial pembentuk eritro­sit, seperti zat besi, asam folat, dan vitami­n B12.

Artikel lengkap khusus PELANGGAN, silahkan Login di BERANDA.