Tiga Puluh Tujuh Tahun Menemani Pembaca

Sebuah organisasi direncanakan, diciptakan, dirintis, tumbuh, berkembang dan mengalami kemajuan. Kemajuan sebuah organisasi (dalam hal ini perusahaan) ditentukan oleh berbagai faktor seperti kekuatan finansial (modal), kinerja karyawan, persaingan dengan perusahaan sejenis dan sebagainya. Kekuatan finansial tak dapat dipungkiri menjadi faktor utama kemajuan sebuah perusahaan. Kondisi finansial yang kuat memungkinkan perusahaan menjalankan proses operasionalnya dengan baik. Perusahaan kategori ini tidak akan melakukan pinjaman dana ke lembaga keuangan untuk menopang perputaran roda perusahaan. Bila kondisi finansial lebih memungkinkan lagi, tak mustahil perusahaan tersebut melakukan pengembangan usaha agar keuntungan yang diraih lebih besar lagi.

Sebaliknya, perusahaan dengan kondisi finansial kurang baik akan mengalami hambatan dalam menjalankan usahanya. Tidak mustahil perusahaan semacam ini akan melakukan pinjaman untuk menutupi biaya operasional perusahaan. Bahkan, bila cara ini tidak menolong, perusahaan bisa saja gulung tikar alias bangkrut.

Faktor yang juga mempengaruhi kemajuan sebuah perusahaan adalah kinerja karyawan. Ada banyak faktor yang memengaruhi kinerja karyawan, di antaranya etos kerja karyawan, kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan dan motivasi untuk berprestasi yang dimiliki karyawan. Faktor tersebut saling berkaitan sehingga menghasilkan kinerja yang tinggi dan berdampak positif bagi perusahaan. 

Tentu karyawan yang telah melakukan pekerjaannya dengan penuh dedikasi ini akan mendapatkan reward­ yang sesuai dengan kerja kerasnya.

Faktor ketiga adanya persaingan dengan perusahaan sejenis. Kondisi ini tidak dapa­t dipungkiri akan memengaruhi kemajuan sebuah perusahaan. Terlebih lagi pada era glo­ba­li­sa­si saat ini, di mana serbuan dari pemain bisnis mancanegara menghadang pe­main bisnis domestik. Di sini kekuatan sebuah perusahaan diuji: bertahan atau tergilas zaman.

Ulasan di atas juga terjadi pada Jurnal Kedokteran Medika. Sebagai Jurnal Kedokteran yang telah berusia lebih dari tiga puluh tahun, kami terus berusaha keras untu­k meraih kemajuan di bidang media kesehatan/kedokteran. April ini kami genap berusia tiga puluh tujuh tahun. Sebuah usia yang sangat matang. Perjalanan tiga puluh tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Kami pernah bahagia, pernah tertawa, tapi juga pernah menangis. Kami berlari cepat, berjalan, tapi juga pernah terjatuh. Dinamika ini tidak membuat kami patah arang. Walau pernah menangis kami berusaha tersenyum kembali. Walau pernah merasakan sakitnya jatuh, kami bangkit kembali.

Kami mohon doa pembaca sekalian agar tetap dapat meraih kemajuan pada masa yang akan datang. Redaksi.