Banner
Translate
Edisi No 01 Vol XXXVIII - 2012 - Kegiatan

Pneumonia, Penyebab Kematian Utama di Dunia

 

Penyakit pernapasan merupakan kondisi medis yang paling lazim di seluruh dunia. Kebiasaan merokok, infeksi, dan genetik merupakan penyebab yang bertanggung jawab pada beberapa penyakit paru. Penya­kit paru berasal dari berbagai masalah di setiap bagian sistem pernapasan. Kadang kala, masalah timbul karena ketidakmampuan paru mengeluarkan atau melakukan detoksifikasi atas substansi asing. Ini terjadi mungkin karena defisiensi yang mendasari atau karena jumlah substansi yang membanjiri sistem pertahanan paru. Demikian dikatakan dr. Gunawan Subrata, MBA, di hadapan peserta Res­pi­ratory Care Indonesia (RESPINA), di Jakarta, 2 Desember 2011.  

Penyakit paru meliputi asma, PPOK, fibrosis paru, infeksi (pneumonia, tuberkulosis), kanker paru, hipertensi paru, emboli paru, bronchopulmonary dysplasia (BPD), respiratory distres syndrome (RDS), fibrosis kista, dan Alpha-1 Antitrypsin deficiency, ungkap dr. Gunawan. “Pneumonia salah satu penyakit paru yang masih menjadi penyebab kematian utama di dunia,” katanya. Pasien dengan community-acquired pneumonia (CAP) seringkali ditangani di bagian rawat jalan. Angka kematian pad­a populasi pasien ini rendah (<1%), dibanding dengan pa­sien yang memerlukan pera­watan di rumah sakit, yang ang­ka kematiannya sekitar 15%.        

Penanganan pneumonia tetap menjadi tantangan ter­sen­diri karena sejumlah perubahan faktor, termasuk spektrum pa­to­ge­n yang meluas, perubahan pola resistansi antibiotik, keberadaan agen antimikroba yang lebih baru, peningkatan pene­kanan pada efektivitas biaya, dan penanganan rawat jalan. Perburukan pneumonia juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti diagnosis awal yang kurang adekuat dan dorongan perawatan di ICU untuk men­dapa­t manfaat perawatan di ICU sebagai upaya untuk me­nuru­nkan kematian karena pneumonia. Kelambatan me­mul­ai terapi pneumonia juga meningkatkan risiko kematian. 

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner