Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan

Cegah Osteoporosis dengan Isoflavon Soygerm dan Kalsium

 

Prevalensi osteoporosis di dunia terus meningkat, termasuk di Indonesia. Namun demikian, diperkirakan masih banyak angka kejadian osteoporosis yang belum terdeteksi karena kondisi patologis ini baru dikeluhkan pasien setelah meng­alami fraktur. Kejadian fraktur akan sangat mengurangi kualitas hidup pasien lanjut usia, karena dapat memicu terjadinya imobilisasi dan penyakit infeksi. Untuk itu, osteoporosis harus dicegah sedini mungkin. Meng­angkat tema “Quality of Life Will Be Better Through Bone Quality”, Kongres Nasional Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) XVI diadakan untuk mengusahakan tindakan pencegahan dan tata laksana osteoporosis sebaik mungkin de­mi meningkatkan kualitas hidup pasien. Dalam simposium ilmiah yang diadakan di Disco­very Kartika Plaza Hotel Bali, 21-23 Oktober 2011, tersebut hadir ratusan pemerhati osteoporosis dari seluruh Indonesia.

“Modifikasi gaya hidup, nutri­si, dan medikasi merupakan tiga kunci utama pencegahan osteoporosis,” tegas Prof. Dr. dr. Putu Astawa, SpOT, Mkes, meng­awali materi berjudul “Role of Calcium Suplement in Osteoporosis Management”. “Dalam hal nutrisi, kalsium dan vitamin D adalah dua zat gizi utama yang berperan dalam ke­seh­atan tulang,” paparnya lagi. Ia menjelaskan bahwa tubuh memerlukan kalsium untuk menjaga integritas struktural skeleton. Namun demikian, Putu mengingatkan bahwa kalsium bukanlah terapi kasual osteoporosis, melainkan berfungsi seba­gai suplemen dalam manajemen osteoporosis.

Berbagai studi sudah melaporkan manfaat suplementasi kalsium, di antaranya dapat mem­bantu menurunkan resorpsi tulang (Albertazzi, 2004), menurunkan risiko fraktur (Skelly, 2007), hingga mencegah osteoporosis (Vondracek, 2010). Mengenai kebutuhan kalsium harian, Putu mengingatkan bahw­a pria dan wanita dewasa membutuhkan 1000 mg kalsium per hari, namun wanita di atas usia 50 tahun serta pria di atas usia 70 tahun membutuhkan kalsium dalam jumlah yang lebih besar, yakni 1300 mg kalsium per hari.

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner