| Edisi No 12 Vol XXXVII - 2011 - Kegiatan |
Hemoroid, Sebagian Besar Tanpa Operasi
Dr. Toar J.M. Lalisang, SpB-KBD, membuka presentasinya pada Muktamar Ikatan Ahli Bedah Digestif Indonesia (IKABDI) IX di Jakarta dengan data kasus hemoroid di Klinik Wijayakusuma Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dalam presentasi tersebut, 104 kasus dilaporkan selama tahun 2004. “Delapan puluh delapan pasien dari angka tersebut tidak membutuhkan pengobatan operatif, “demikian tambahan dr. Toar.Dahulu, definisi hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah vena (varices) di rektum bagian bawah dan anus. Namun, pengertian tersebut tidak diakui lagi. “Pengertian hemoroid saat ini ialah tonjolan anal cushion yang di dalamnya berisi pembuluh darah vena,” demikian penjelasan Prof. DR. Dr. Abdus Syukur, SpB-KBD, dalam muktamar yang diselenggarakan pada 22-23 Oktober 2011, itu.
Selanjutnya, Prof. Abdus Syukur mengatakan bahwa pembuluh darah di anal cushion tersebut berpenetrasi hingga ke dasar. Pada pembuluh darah ini dapat terjadi kongesti bila seseorang melakukan manuver Valsava, terdapat peningkatan tekanan intraabdomen, atau peningkatan tonus anus. Faktor di atas menyebabkan kanalis anus selalu tertutup. Bila berlanjut terus, tonus anus menjadi berkurang dan menyebabkan hilangnya kongesti sehingga terjadi prolaps.







