| Edisi No 12 Vol XXXVII - 2011 - Fokus |
Pemanfaatan Manual Lymph Drainage Vodder (MLDV) untuk Meningkatkan Mutu dan Cakupan Pelayanan Fisioterapi di Indonesia
KRISNA WIDYASARI1, TIMBUL SIAHAAN2, ROSIANA PRADANASARI WIRAWAN3, A.A. LOEDIN3
1Fisioterapis, Klinik Wijaya, Jakarta
2Fisioterapis, Puskesmas Teladan, Medan
3Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Klinik Wijaya, Jakarta
4Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia
Pendahuluan
Manual Lymph Drainage Vodder (MLDV) adalah teknik khusus fisioterapi yang non-invasif, lemah lembut (gentle) dengan efek yang luas dan dalam. MLDV dikembangkan di Eropa Barat dan sekarang telah dimanfaatkan di seluruh dunia. Tujuan MLDV adalah untuk menghilangkan timbunan limfe (getah bening) di bagian-bagian tubuh yang dapat menyebabkan berbagai gejala dan keluhan. Di Indonesia, MLDV diperkenalkan melalui pelatihan setiap tahun, diikuti oleh fisioterapis yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelatihan MLDV dimulai pada 2004 dan kini 247 fisioterapis telah mengikuti pelatihan. Fisioterapis pada umumnya bekerja dalam suatu sistem pelayanan kesehatan bersama berbagai jenis tenaga kerja kesehatan lain, seperti dokter dan perawat. Tulisan ini bertujuan agar MLDV lebih dikenal oleh semua jenis tenaga kerja kesehatan Indonesia sehingga mutu dan cakupan pelayanan fisioterapi di Indonesia dapat ditingkatkan.
Sejarah Perkembangan MLDV
Pada 1933, Dr. Emil Vodder, biolog dari Denmark, dan istrinya, Astrid Naturopat dari Jerman, memperkenalkan MLDV di Austria. Semula, MLDV segan diterima karena pada waktu itu manipulasi sistem limfatik dianggap berbahaya, karena kemungkinan menyebarkan infeksi. Pada 1958, Vodder bersama ilmuwan Deutsche Gesellschaft fur Manuelle Lymphdrainage nach Vodder berhasil membuktikan efek fisiologik teknik pegangan Vodder berkaitan dengan irama (ritme), dan gerakan spiral pada limfangion, supaya dapat terjadi sambungan (anastomose) di sistem limfatik. Pada akhir masa kerjanya, Vodder memilih 7 murid kepercayaannya untuk memperkenalkan dan mengembangkan MLDV di beberapa negara, yaitu di Swis, Sepanyol, Itali, Austria, dan Belgia. Virginia Cool yang diutus ke Belgia pada 1976 mendirikan Virginia Cool School di Belgia dan Belanda (Original Vodder Method). Beberapa tahun kemudian, pengelolaannya dipercayakan kepada Philippe M.N.A. de Paepe dan Lutgart Was.
Sejak 2004, MLDV juga diperkenalkan dan mulai dipelajari di Indonesia ketika Renee S.T. Go, fisioterapis MLDV Belanda, dibantu oleh Philiipe M.N.A. de Paepe, tertarik untuk memperkenalkan MLDV di Indonesa guna meningkatkan mutu dan cakupan fisioterapi di Indonesia. Upaya pengenalan MLDV dilaksanakan dengan pelatihan MLDV bagi fisioterapis Indonesia. Pelatihan MLDV pertama dengan 30 peserta fisioterapis dilaksanakan di Pematang Siantar. Dua tahun kemudian, 3 fisioterapis Indonesia, yaitu Johannes Surya Salim, Timbul Siahaan, dan Nur Basuki mendapat kesempatan menikmati pendidikan di Amsterdam dan Antwerpen sehingga mampu mengajar Basic Course MLDV di Indonesia. Pelatihan MLDV diadakan setiap tahun, dan terakhir kalinya, 2011, di Manado dengan 37 peserta fisioterapis.







