| Edisi No 12 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penyegar |
Menghambat Efek Penuaan dengan Asam Amino dan Herbal
PATRICIA, S.Gz
Nutritionist
PT. Suryaprana Nutrisindo.
Angka harapan hidup di Indonesia terus meningkat. Saat ini jumlah lansia mencapai 11,34% dari total penduduk Indonesia. Diperkirakan populasi lansia akan meningkat sampai 4x lipat. Penuaan dengan segala menifestasinya pasti terjadi seiring dengan pertambahan usia. Dimulai sekitar usia 30-an yang ditandai dengan menurunnya produksi hormon HGH (Human Growth Hormone) sekitar 40%, memasuki usia 50-60 tahun kadar HGH menurun hingga 75%, dan selanjutnya terus menurun hingga mencapai 1-5%. Penurunan kadar HGH mengakibatkan proses regenerasi sel-sel tubuh menjadi lambat.
Penanda lain dari proses penuaan adalah penurunan produksi hormon Dehydroepiandosterone/DHEA. Kadar DHEA dalam tubuh mencapai puncaknya pada saat lahir dan pada usia 20-24 tahun. Kemudian menurun sebanyak 2-3% per tahun setelahnya.
Penurunan kedua hormon tersebut juga akan diikuti dengan penurunan hormon seksual, testosteron, dan estrogen yang akan menurunkan juga gairah seksual. Penurunan hormon-hormon tersebut, khususnya HGH dan DHEA, membuat praktik penghambatan proses penuaan kini banyak menitikberatkan pada metode terapi sulih hormon HGH dan DHEA. Beberapa herbal yang mengandung prekursor hormon tersebut sekarang banyak diekstrak dan diperdagangkan sebagai food supplement, dan terkadang dicampur dengan asam amino yang juga berperan sebagai prekursor hormon.







