Banner
Translate
Edisi No 12 Vol XXXVII - 2011 - Saripati

Konsumsi Kopi dan Risiko serta Progresi Kanker Prostat pada Health Professionals Follow-up Study

 

Wilson KM, Kasperzyk JL, Rider JR; Journal of the National Cancer Institute. 2011;103(11):876-884. 

Kopi mengandung banyak senyawa biolo­gik aktif, termasuk kafein dan asam fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan kuat dan dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan kadar hormon seks. Karena ak­ti­vit­as biologik ini, kopi mungkin ber­hu­bung­an dengan penurunan risiko kanker prostat.

Peneliti melakukan analisis prospektif atas 47.911 pria di Health Professionals Follow-up Study yang melaporkan asupan kopi biasa dan kopi dekafein  pada 1986 dan setiap 4 tahun sesudahnya. Sejak 1986 samp­ai 2000, 5035 pasien dengan kanker prostat diidentifikasi, termasuk 642 pasien dengan kanker prostat letal, didefinisikan seba­gai fatal atau metastatis.

Peneliti menggunakan model hazard proporsional Cox untuk menilai hubungan an­tara kopi dengan kanker prostat, disesuai­kan dengan perancu potensial seperti merokok, obesitas, dan variabel lain. Semua nilai P dari tes dua sisi.  Rata-rata asupan kopi pada 1986 1,9 cangkir per hari. Pria yang mengonsumsi enam cangkir atau lebih per hari memiliki risiko relatif tersesuaikan yang lebih rendah untuk keseluruhan kanker prostat dibandingkan dengan bukan peminum (RR=0,82; 95% CI=0,68-0,98  Ptrend =0,10). Hubungan lebih kuat untuk kanker prostat letal (konsumsi lebih dari enam cangkir kopi per hari: RR=0,40; 95% CI=0,22-0,75 Ptrend=0.03).

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner