| Edisi No 11 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penyegar |
Senam Saat Kehamilan
DENNY KHUSEN
Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Pendahuluan
The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar wanita hamil dengan risiko rendah untuk melakukan aktivitas fisik dengan intesitas yang sedang selama 30 menit atau lebih setiap harinya, 3-5 hari dalam seminggu.1 Aktivitas fisik memberi manfaat terhadap otot yang dilatih dan meningkatkan daya tahan kardiorespirasi dengan meningkatkan konsumsi oksigen.2 Latihan senam hamil masih merupakan hal baru di kalangan penduduk Indonesia. Banyak ibu hamil yang ragu untuk beraktivitas selama kehamilan karena takut berakibat buruk pada janin serta masih terbatasnya informasi yang tersedia.
Aktivitas Fisik Saat Kehamilan
Rekomendasi Aktivitas Fisik
Menurut Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada:
Semua wanita hamil tanpa kontraindikasi dianjurkan untuk berpartisipasi dalam senam dan meningkatkan aktivitas fisik untuk memperkuat otot. Tujuan dari aktivitas fisik selama kehamilan adalah untuk mempertahankan kondisi fisik yang baik selama masa kehamilan. Wanita hamil hendaknya memilih jenis aktivitas fisik yang mempunyai risiko kehilangan keseimbangan dan trauma janin yang minimal. Wanita sebaiknya diberitahukan bahwa aktivitas fisik tidak meningkatkan risiko kehamilan yang merugikan atau berisiko pada janin. Memulai latihan otot dasar panggul segera setelah melahirkan dapat menurunkan risiko gangguan saluran kemih di masa mendatang. Beraktivitas tidak berlebihan selama masa menyusui tidak mempunyai efek terhadap kuantitas maupun komposisi dari ASI serta tidak mempengaruhi pertumbuhan bayi.







