Banner
Translate
Edisi No 11 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Penyegar

Obesitas pada Anak: Penyebab, Komplikasi, Pencegahan, dan Pengobatan

 

NOVITA DEWY, ANDRI

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana.

 

Pendahuluan

Obesitas adalah kelainan multifaktor yang kompleks yang diakibatkan oleh akumulasi kelebihan jaringan adiposa serta meningkatkan risiko kelainan dan kematian.1 Obesitas merupakan faktor risiko hipertensi, hiperkolesterolemia, diabetes melitus tak tergantung insulin, penyakit jantun­g, masalah pernapasan; peningkatan kejadian luka pada jaringan otot, penyakit ar­te­ri koroner, kanker payudara, endometrium, serviks, ovarium, kolon, rektum, prostat, kandun­g kemih, dan saluran empedu, serta gangguan sendi dan kaki.2-5,9,10

Seorang anak dikatakan mengalami obesit­as apabila bobot badannya 20% di atas bobot standar untuk tinggi badannya. Sepuluh sampai dua puluh persen bayi yang mengalami obesitas tetap gemuk saat mereka masuk sekolah dan setengah dari seluruh anak sekolah yang gemuk memiliki bobot badan berlebih seperti saat mereka bayi. Beberapa kepustakaan menunjukkan bahwa 10-30% dari anak-anak yang obesitas akan menjadi orang dewasa yang mengalami obesitas pula.3,4,6,7 Para ahli menetapkan angka Indeks Massa Tubuh (BMI/Body Mass Index) untuk mengukur lemak tubuh berdasarkan pembagian bobot badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2).5 Tabel 1 menunjukkan definisi kategori indek­s massa tubuh. Para ahli sedang me­mi­kirkan klasifikasi IMT tersendiri untuk orang Asia. Salah satu contoh di Singapura, orang dengan IMT 27-28, mempunyai lemak tubuh yang sama dengan IMT 30 pada orang kulit putih. Di India, peningkatan IMT dari 22 menja­di 24 meningkatkan kejadian diabetes melitus menjadi dua kali lipat. Bila meningkat menjadi 28, kejadian diabetes meningkat menjadi 3 kali lipat.5

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner