Banner
Translate
Edisi No 11 Vol XXXVII - 2011 - Artikel Konsep

Mengenal Penyakit Avian Influenza atau Flu Burung

 

MANGKU SITEPOE

Anggota PDHI dan IDI

 

Penyakit influenza dapat dijumpai baik pada hewan maupun manusia, tetapi belum tentu bersifat zoonosis, dengan penyebab jenis virus Orthomyxoviridae tipe A, B, dan C. Baik pada  manusia maupun hewan didominasi oleh tipe A dengan subtipe H sebanyak 15 jenis dan N sebanyak 9 jenis. Kombinasi virus tipe A dijumpai sebanyak 135 subtipe. Baru  3 (tiga) subtipe yang telah bersifat zoonosis atau 2,2%, yaitu H5N1, H7N7, dan H9N2. Satu subtipe telah bersifat  reverse zoonotic, yaitu subtipe H1N1.1,2  Virus flu burung bersifat zoonosis, memerlukan waktu seperti yang dialami virus H5N1 pertama sekali dijumpai di Itali pada 1878 oleh Perroncinto R., tetapi masih ditularkan antar-unggas saja.3 Pada 1997, di Hongkong dijumpai virus H5N1, di samping menyerang unggas juga menyerang manusia dengan fatality rate mencapai 33%.4 Untuk menjadi zoonosis, virus H5N1 memerlukan waktu 119 tahun, tetapi bagi Indonesia virus H5N1 untuk menjadi zoonosis hanya memerlukan 23 bulan dengan fatality rate 85%.5,6 Seluruh mata dunia tertuju ke Indonesia dan mem­prediksi Indonesia akan menjadi episentrum pandemi influenza yang ditakuti dunia. Di luar dugaan pandemi influenza terjadi di Meksiko dideklarasikan pada 11 Juni 2009 oleh WHO.

 

Penyebab Penyakit Flu burung

Sudah  dikategorikan zoonosis adalah  jeni­s  virus Orthomyxoviridae tipe A dan sub­tip­e H5N1, H7N7, dan H9N2, yang ditakuti masyarakat global adalah H5N1. Bentuk tu­buh virus  seperti  telur atau spheris  dengan diameter  80-120 mµ.7 Genom  RNA terdiri  dari amplop lipida dengan permukaan glikoprotein hemaglutinin kongdan neroamidase. Hemaglutinin berfungsi sebagai reseptor terha­dap sel dan menstimulasi kekebalan tubuh. Sementara itu, neuraminidase sebagai degradasi reseptor serta memiliki fungsi pentin­g dalam replikasi virus dalam sel  yang di-infeksi. Antigen H (Hemaglutinin) mendominasi imunitas dari virus influenza, sedang­kan antineuraminidase antibodies N akan menghambat replikasi virus.8 Virus memiliki amplop dengan dua lapis lipid yang menutupi 500 tonjolan paku glikoprotein.  Glikoprotein virus: hemaglutinin (HA) dan neurominidase (NA). Dalam amplop: matriks-protein (M1), protein nukleukapsid (NP) melindungi ribonukleo acid (RNA). RNA terdiri 3 subunit, polymerase basa protein 1 (PB1), PB2, dan polymerase asam (PA).9

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner