| Edisi No 11 Vol XXXVII - 2011 - Editorial |
Urinalisis dan Tes Faal Ginjal pada Demam Berdarah Dengue Primer dan Sekunder
Di seluruh dunia, penyakit demam berdarah dengue (DD) ditemukan di daerah tropis dan subtropis. DD masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena termasuk sepuluh besar penyakit penyebab kematian. Setiap tahun, diperkirakan terjadi sekitar 50-100 juta kasus dengan sekitar 25-150 ribu kematian. DD dengan vektor nyamuk tersebut disebabkan oleh virus dengan berbagai serotipe (Den 1-4). Indonesia merupakan daerah hiperendemis, dengan kasus fatal sekitar 0,5 – 3,5%. Pada mulanya, penyakit ini banyak menyerang anak (90%), tetapi kini juga terbukti menyerang orang dewasa. DD klasik akut yang biasanya bersifat membatasi diri ditandai dengan demam bifasik mendadak yang menetap sekitar 5-7 hari, disertai gejala prodormal khas nyeri kepala, nyeri tulang otot sendi, mual, muntah, perasaan lelah, ruam kulit, lekopenia, dan trombositopenia. Gambaran pasien bervariasi, dari yang ringan sampai sindrom syok dengue, bahkan dapat timbul gambaran hepatitis akut, ensefalitis, miokarditis, dan kelainan ginjal. Pada kasus yang menyerang ginjal, dapat terjadi moderate proteinuria, glomerulonefritis sampai acute kidney injury, haemolytic uraemic syndrome, dan kelainan organ lain.
Diagnosis DD ditegakkan antara lain dengan kriteria WHO. Diagnosis serologi ditegakkan dengan uji imunokromatografi (ICT-DFRT) yang memeriksa IgG dan IgM, Hemaglutination Inhibition Assay (HIA), Complement Fixation (CF), Neutralization Test (NT), IgM Capture Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (MEC ELISA), dan Indirect IgG ELISA. Pemeriksaan RNA (ribonucleic acid) virus dilakukan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan penemuan antigen non-struktural protein NS1. Penyakit DD primer memperlihatkan gejala yang lebih ringan daripada DD sekunder yang dapat dibedakan dengan pemeriksaan ICT-DFRT IgG dan IgM.







