Banner
Translate
Edisi No 10 Vol XXXVII - 2011 - Profil
dr. Pradana Tedjasukmana, SpJP

Kiat Penatalaksanaan Hipertensi: Kepatuhan Pasien dan Pemilihan Obat yang Tepat

 

Tokoh kita kali ini termasuk kardiolog yang super sibuk, namun beliau memiliki komitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Tak heran bila waktu konsultasi yang beliau berikan relatif panjang. Waktu konsultasi ini tidak hanya digunakan untuk menilai kemajuan proses pengobatan yang dijalani pasien, tapi juga untuk melakukan edukasi kepada pasiennya. Ditemui MEDIKA di ruang praktik­nya di kawasan Jatinegara, dr. Pradana Tedjasukmana, SpJP, bercerita panjang lebar mengenai penyakit kardiovaskular dan pengobatannya. Salah satu gangguan yang berkaitan erat dengan penyakit kardiovaskular adalah hipertensi. Seperti diketahui, kunci penatalaksanaan hipertensi, di samping perub­ahan gaya hidup adalah dengan mengonsumsi antihipertensi secara teratur. Hal ini merupakan salah satu cara yang harus dilakukan untuk mencapai target tekanan darah. “Sangat penting bagi pasien ini untuk patuh minum obat”,kata kardiolog yang akrab disapa dr. Tedja.

Dokter berperan penting dalam men­jag­a kepatuhan pasien mengonsumsi obat.

“Dokter harus menyediakan waktu untu­k memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya minum obat secara teratur”. Dengan minum obat secara teratu­r, tekanan darah akan terkontrol dengan baik. Selain itu, hal yang lebih penting yakni komplikasi akibat hipertensi akan berkurang. Umumnya, komplikasi yang kerap muncul adalah kesakitan dan kematian kardiovaskular, serebrovaskular,dan renovaskuler.

Saat ini, beredar ratusan agen antihipertensi di pasaran. Dokter harus selektif memilih antihipertensi agar pengobatan mencapai tujuan. Dalam memilih agen antihi­pertensi, harus mempertimbangkan beberapa kriteria seperti efektif, long acting (TP rasio >75%), efek sampingnya minimal, memiliki onset kerja gradual dan harganya murah. “Efek samping antihiper­tensi yang baik harus seminimal mungkin, kalau bisa seperti plasebo, ”kata dr. Tedja.

 

Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...
 
Banner